Ombudsman Terima 23.596 Laporan Masyarakat di 2025, Pemerintah Daerah Paling Banyak Diadukan
Jum'at, 20 Februari 2026 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, Badan Pertahanan Nasional atau khususnya Kementerian ATR BPN sebanyak 965 laporan. Keempat, Lembaga Pendidikan sebanyak 878 laporan masyarakat. Kelima, BUMN, BUMD sebanyak 768 laporan masyarakat.
"Sedangkan 5 besar substansi laporan yang dilaporkan masyarakat, substansi bidang pertanahan dan agraria yang paling tinggi sebanyak 1.495 laporan masyarakat. Kedua, substansi kepegawaian 1.452 laporan, ketiga hak sipil dan politik 717 laporan, keempat kepolisian 713 laporan, dan kelima perhubungan dan infrastruktur 622 laporan masyarakat," jelasnya.
Dia mengatakan, 5 jenis maladministrasi terbanyak, pertama jenis tidak memberikan pelayanan sebanyak 40,86 persen, kedua penundaan berlarut 21,25 persen, ketiga penyimpangan prosedur sebanyak 18,79 persen. Keempat, kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum 8,75 persen, dan kelima tindakan tidak patut 4,29 persen.
"Sedangkan untuk saluran penerimaan laporan masyarakat paling banyak melalui mekanisme on the spot Ombudsman atau akses secara langsung sebanyak 4.042 laporan. Kemudian datang langsung ke Ombudsman, baik itu di pusat dan perwakilan sebanyak 2.323 laporan, lewat media sosial whatsapp 1.256 laporan, lewat email 866 laporan dan lewat surat 370," pungkasnya.
"Sedangkan 5 besar substansi laporan yang dilaporkan masyarakat, substansi bidang pertanahan dan agraria yang paling tinggi sebanyak 1.495 laporan masyarakat. Kedua, substansi kepegawaian 1.452 laporan, ketiga hak sipil dan politik 717 laporan, keempat kepolisian 713 laporan, dan kelima perhubungan dan infrastruktur 622 laporan masyarakat," jelasnya.
Dia mengatakan, 5 jenis maladministrasi terbanyak, pertama jenis tidak memberikan pelayanan sebanyak 40,86 persen, kedua penundaan berlarut 21,25 persen, ketiga penyimpangan prosedur sebanyak 18,79 persen. Keempat, kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum 8,75 persen, dan kelima tindakan tidak patut 4,29 persen.
"Sedangkan untuk saluran penerimaan laporan masyarakat paling banyak melalui mekanisme on the spot Ombudsman atau akses secara langsung sebanyak 4.042 laporan. Kemudian datang langsung ke Ombudsman, baik itu di pusat dan perwakilan sebanyak 2.323 laporan, lewat media sosial whatsapp 1.256 laporan, lewat email 866 laporan dan lewat surat 370," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :