Pemerintah dan DPR Sepakat Bantuan Bencana Sumatera dari Diaspora di Malaysia Boleh Masuk
Rabu, 18 Februari 2026 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
"Cocok kalau begitu," kata Dasco.
Tito Karnavian menjelaskan bantuan yang telah dikumpulkan diaspora tersebut terdiri dari:
1. 3.000 liter minyak goreng senilai Rp1 miliar
2. Gula pasir senilai Rp50 juta
3. Air mineral senilai Rp672 juta
4. Makanan siap saji 5.000 dus senilai Rp1 miliar
5. Pakaian baru 3.000 karung senilai Rp126 miliar
6. Al-Qur'an senilai Rp1 miliar
7. Kloset atau toilet senilai Rp4,8 miliar
Namun, sejumlah barang seperti pakaian baru, minyak goreng, dan gula pasir memerlukan persetujuan dari kementerian teknis serta Direktorat Jenderal Bea Cukai sesuai regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Dukung Tradisi Meugang di Aceh, Prabowo Salurkan Bantuan Rp72,75 Miliar
"Intinya adalah untuk minyak goreng dan gula pasir ini kita perlu ada surat dari kementerian teknis yaitu Menteri Pertanian. Karena minyak goreng dan gula pasir apakah boleh dimasukkan?" tanya Tito.
Dalam rapat yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman sempat menyoroti sensitivitas komoditas tersebut, mengingat Indonesia juga tengah melakukan ekspor minyak goreng dalam jumlah besar. Meski demikian, Amran menyatakan pengiriman tetap dimungkinkan dengan pengawasan ketat.
Tito Karnavian menjelaskan bantuan yang telah dikumpulkan diaspora tersebut terdiri dari:
1. 3.000 liter minyak goreng senilai Rp1 miliar
2. Gula pasir senilai Rp50 juta
3. Air mineral senilai Rp672 juta
4. Makanan siap saji 5.000 dus senilai Rp1 miliar
5. Pakaian baru 3.000 karung senilai Rp126 miliar
6. Al-Qur'an senilai Rp1 miliar
7. Kloset atau toilet senilai Rp4,8 miliar
Namun, sejumlah barang seperti pakaian baru, minyak goreng, dan gula pasir memerlukan persetujuan dari kementerian teknis serta Direktorat Jenderal Bea Cukai sesuai regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Dukung Tradisi Meugang di Aceh, Prabowo Salurkan Bantuan Rp72,75 Miliar
"Intinya adalah untuk minyak goreng dan gula pasir ini kita perlu ada surat dari kementerian teknis yaitu Menteri Pertanian. Karena minyak goreng dan gula pasir apakah boleh dimasukkan?" tanya Tito.
Dalam rapat yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman sempat menyoroti sensitivitas komoditas tersebut, mengingat Indonesia juga tengah melakukan ekspor minyak goreng dalam jumlah besar. Meski demikian, Amran menyatakan pengiriman tetap dimungkinkan dengan pengawasan ketat.
Lihat Juga :