Chinese Wall dan Ilusi Keadilan Pasar Modal

Senin, 16 Februari 2026 - 17:30 WIB
loading...
A A A
Ketika Chinese Wall hanya hidup di atas kertas, ia berubah menjadi tameng simbolik untuk melindungi institusi dari tanggung jawab. Bukan instrumen perlindungan pasar.

Ekonom pasar modal menyebut fenomena ini sebagai regulatory cosmetic, yakni regulasi yang tampak kuat secara normatif namun rapuh dalam praktik. Robert J. Shiller mengingatkan bahwa kepercayaan investor tidak dibangun oleh banyaknya aturan, melainkan oleh konsistensi penegakan dan budaya integritas (Robert J. Shiller, Irrational Exuberance). Tanpa sanksi tegas atas pelanggaran Chinese Wall, mekanisme ini gagal menjalankan fungsi sosialnya sebagai penahan kejahatan pasar modal.

Dari sudut pandang hukum bisnis, Chinese Wall harus diposisikan sebagai bagian dari sistem tanggung jawab korporasi. Ia bukan sekadar kebijakan internal, melainkan standar kehati-hatian (duty of care) yang apabila dilanggar dapat menimbulkan pertanggungjawaban perdata, administratif, bahkan pidana.

Ketika kebocoran informasi terjadi karena kelalaian struktur organisasi, kesalahan tidak semata terletak pada individu pelaku transaksi, melainkan pada desain tata kelola perusahaan itu sendiri. Prinsip ini sejalan dengan doktrin corporate criminal liability yang berkembang dalam yurisprudensi modern.

Dengan demikian, Chinese Wall merupakan perpanjangan tangan hukum di dalam tubuh pasar. Ia menjembatani norma abstrak dengan praktik konkret. Tanpa Chinese Wall, larangan insider trading menjadi sulit ditegakkan karena informasi bergerak dalam jaringan informal yang tidak tercatat. Sebaliknya, dengan Chinese Wall yang ketat, setiap aliran informasi dapat ditelusuri dan setiap penyimpangan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Pada akhirnya, perdebatan tentang Chinese Wall bukan sekadar soal teknik kepatuhan, melainkan tentang masa depan keadilan pasar modal. Apakah pasar akan dibiarkan menjadi arena eksklusif bagi mereka yang memiliki akses informasi rahasia, atau ditegakkan sebagai ruang publik yang adil bagi seluruh investor.

Jika Chinese Wall hanya dijadikan ornamen regulasi, ia menciptakan ilusi keadilan. Namun jika dijalankan secara serius, diawasi secara konsisten, dan disertai sanksi hukum yang tegas, ia dapat menjadi benteng nyata melawan kejahatan pasar modal. Di titik inilah hukum, etika, dan ekonomi bertemu: menjaga informasi berarti menjaga kepercayaan, dan menjaga kepercayaan berarti menjaga keberlangsungan pasar itu sendiri.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Rekomendasi
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
Berita Terkini
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved