Ketika Kekuasaan Kehilangan Penopangnya

Minggu, 04 Januari 2026 - 08:09 WIB
loading...
A A A
Sejarah sering mencatat momen jatuhnya penguasa sebagai peristiwa besar. Namun yang paling menentukan justru sering terjadi sebelumnya, dalam fase yang nyaris tak terlihat, ketika kekuasaan dibiarkan berjalan tanpa keyakinan, tanpa keberanian, dan tanpa orang-orang yang benar-benar bersedia berdiri di belakangnya. Di situlah kekuasaan mulai berakhir, jauh sebelum ia secara resmi tumbang.

Venezuela mengingatkan kita bahwa dalam politik modern, ujian terakhir sebuah kekuasaan bukanlah kemampuannya mengalahkan lawan, melainkan kemampuannya menjaga kepercayaan di lingkaran terdekatnya sendiri. Ketika kepercayaan itu menghilang, kejatuhan tidak lagi membutuhkan suara keras. Kesunyian dan kesenyapan sudah cukup menjatuhkan sebuah kekuasaan.

Namun demikian, perlu ditegaskan bahwa analisis mengenai runtuhnya legitimasi internal ini tidak dapat disamakan dengan pembenaran terhadap tindakan eksternal. Dalam peristiwa ini, terdapat pandangan yang cukup luas di kalangan masyarakat internasional bahwa intervensi militer yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan sebuah negara.

Bahkan Inggris yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat dengan cepat memilih untuk menjaga jarak dan menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam tindakan tersebut. Sikap ini dengan jelas menunjukkan bahwa peristiwa tersebut menimbulkan kontroversi serius pada tataran hukum internasional maupun norma-norma internasional. Namun, hal tersebut merupakan persoalan pada tingkat analisis yang berbeda.

Fokus utama tulisan ini bukanlah pada penilaian legal atau moral atas tindakan eksternal tersebut, melainkan pada suatu kenyataan yang lebih dingin dan bersifat struktural: kemampuan pihak luar untuk melakukan intervensi jarang sekali ditentukan semata-mata oleh kekuatan mereka sendiri, melainkan oleh rapuhnya legitimasi internal dari rezim yang menjadi sasaran. Dalam politik internasional, “keterbukaan terhadap intervensi” bukanlah hasil keputusan sepihak aktor eksternal, tetapi merupakan konsekuensi dari kegagalan internal yang telah berlangsung sebelumnya.

Dalam pengertian inilah pengalaman Venezuela memberikan pelajaran yang tajam. Kedaulatan tidak hanya hidup dalam teks hukum internasional atau pernyataan diplomatik, melainkan pertama-tama bergantung pada apakah kekuasaan tersebut masih diakui, dijalankan, dan bersedia dipertahankan oleh aktor-aktor di dalam negara itu sendiri. Ketika fondasi ini telah melemah, berbagai tindakan eksternal, terlepas dari apakah tindakan tersebut sah atau tidak sah, dapat dibenarkan atau tidak, akan jauh lebih mudah masuk dan memanfaatkan celah yang telah terbuka.

Oleh karena itu, perdebatan internasional mengenai legalitas dan legitimasi penggunaan kekuatan militer layak untuk ditanggapi secara serius. Namun bagi Venezuela, persoalan yang lebih mendasar dan tidak dapat dihindari tetaplah satu yaitu, ketika kekuasaan kehilangan kepercayaan dari dalam, siapa sesungguhnya yang masih mampu memikul dan mempertahankan makna kedaulatan itu sendiri?
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Rekomendasi
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Berita Terkini
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Infografis
Apple Kehilangan USD300...
Apple Kehilangan USD300 Miliar Akibat Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved