Ketika Kekuasaan Kehilangan Penopangnya

Minggu, 04 Januari 2026 - 08:09 WIB
loading...
Ketika Kekuasaan Kehilangan...
Harryanto Aryodiguno, Ass. Prof. International Relations, President University. Foto/Dok SindoNews
A A A
Harryanto Aryodiguno
Ass. Prof. International Relations, President University

KEJATUHAN sebuah rezim sering dibayangkan sebagai peristiwa yang riuh, bentrokan di jalanan, pengerahan pasukan, atau kerumunan massa yang menyerbu pusat kekuasaan. Namun, pengalaman Venezuela menunjukkan bahwa kekuasaan juga dapat berakhir dengan cara yang jauh lebih sunyi dan justru karena itu lebih menentukan secara politik.

Yang menarik bukan sekadar siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana sebuah kekuasaan bisa berhenti berfungsi tanpa harus dihancurkan. Seorang presiden dengan pengamanan ketat, struktur militer, dan institusi negara yang lengkap, ternyata dapat kehilangan kendali hampir tanpa perlawanan. Ini menimbulkan pertanyaan penting. Apa yang sebenarnya runtuh ketika sebuah rezim jatuh?

Jawabannya tidak terletak pertama-tama pada tekanan luar negeri, sanksi ekonomi, atau campur tangan kekuatan asing. Faktor-faktor tersebut memang ada, tetapi bukan penjelasan utama. Yang jauh lebih menentukan adalah kenyataan bahwa kekuasaan tersebut tidak lagi diyakini dari dalam. Aparat yang seharusnya menjalankan perintah mulai ragu, elite yang seharusnya melindungi mulai berhitung, dan institusi yang seharusnya bergerak memilih untuk menunggu.

Dalam politik, kekuasaan tidak hidup hanya dari kemampuan memaksa. Ia bertahan karena adanya keyakinan bahwa kekuasaan itu masih pantas dijalankan. Ketika keyakinan ini memudar, perintah menjadi formalitas, loyalitas berubah menjadi kepatuhan setengah hati, dan negara mulai kehilangan daya geraknya. Pada tahap ini, kekuasaan memang masih terlihat utuh dari luar, tetapi sesungguhnya telah rapuh di bagian dalam.

Situasi inilah yang tercermin di Venezuela. Tidak terlihat mobilisasi nasional untuk mempertahankan pemerintahan. Tidak muncul reaksi berantai dari institusi keamanan. Struktur negara tetap berdiri, tetapi tidak lagi bekerja dengan keyakinan. Aparat hadir secara fisik, namun absen secara politik. Negara tidak runtuh, tetapi kekuasaannya kehilangan daya ikat.

Yang jatuh, dengan demikian, bukan sekadar seorang pemimpin, melainkan kepercayaan internal terhadap kelangsungan kekuasaan itu sendiri. Bahkan jika sebagian masyarakat masih menunjukkan dukungan, hal itu tidak cukup untuk menopang kekuasaan ketika elite dan aparat tidak lagi bersedia mengambil risiko untuk mempertahankannya. Dalam praktik politik, keputusan paling menentukan sering kali justru diambil oleh mereka yang memilih untuk tidak bertindak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Rekomendasi
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Berita Terkini
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved