Peningkatan Kasus Covid-19 Tidak Terkendali, Pemerintah Harus Lakukan Ini
Rabu, 16 September 2020 - 12:36 WIB
loading...
Petugas keamanan memeriksa suhu tubuh pegawai sebelum masuk ke gedung perkantoran. Foto/SINDOnews/Adam Erlangga
A
A
A
JAKARTA - Penanganan pagebluk Covid-19 belum membuahkan hasil. Jumlah kasus positif saban hari makin banyak. Total hingga
kemarin orang yang terkonfirmasi positif mencapai 225.030.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta secara khusus Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk turun menekan peningkatan kasus positif di delapan provinsi. Delapan provinsi itu adalah DKI
Jakarta , Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.
Ahli epidemiologi Syahrizal Syarif mengatakan pemerintah perlu memperhatikan beberapa provinsi lain yang jumlah penularan
virus Sars Cov-II semakin banyak. Provinsi itu antara lain Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Sumatera Barat , dan Kalimantan Timur.
Jumlah kasus di Kepulauan Riau sebanyak 1.438, Aceh 3.032, Sumatera Barat 3.633, Riau 4.054, dan Kalimantan Timur 6.100
orang. "Itu daerah-daerah yang sekarang tidak terkendali," ucapnya saat dihubungi SINDOnews.
(Baca juga: Luhut Ikut Tangani Corona, Pengamat: Semakin Kacau Saja Manajemen Penanganan Covid-19 ).
Syahrizal menjelaskan, pemerintah harus meningkatkan pemantauan perilaku masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan di tingkat rumah tangga. Caranya, bisa dengan membentuk rukun tetangga (RT) siaga. Bukan memasang portal.
"Artinya, pengurus RT bersama-sama bidan desa dengan pengawasan puskesmas melakukan pemantauan. Minimal (mengecek) suhu untuk setiap keluarga. Itu yang dilakukan di Wuhan. Setelah di-lockdown, seluruh warga didatangi dan dipantau petugas
kesehatan," tuturnya.
kemarin orang yang terkonfirmasi positif mencapai 225.030.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta secara khusus Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk turun menekan peningkatan kasus positif di delapan provinsi. Delapan provinsi itu adalah DKI
Jakarta , Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.
Ahli epidemiologi Syahrizal Syarif mengatakan pemerintah perlu memperhatikan beberapa provinsi lain yang jumlah penularan
virus Sars Cov-II semakin banyak. Provinsi itu antara lain Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Sumatera Barat , dan Kalimantan Timur.
Jumlah kasus di Kepulauan Riau sebanyak 1.438, Aceh 3.032, Sumatera Barat 3.633, Riau 4.054, dan Kalimantan Timur 6.100
orang. "Itu daerah-daerah yang sekarang tidak terkendali," ucapnya saat dihubungi SINDOnews.
(Baca juga: Luhut Ikut Tangani Corona, Pengamat: Semakin Kacau Saja Manajemen Penanganan Covid-19 ).
Syahrizal menjelaskan, pemerintah harus meningkatkan pemantauan perilaku masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan di tingkat rumah tangga. Caranya, bisa dengan membentuk rukun tetangga (RT) siaga. Bukan memasang portal.
"Artinya, pengurus RT bersama-sama bidan desa dengan pengawasan puskesmas melakukan pemantauan. Minimal (mengecek) suhu untuk setiap keluarga. Itu yang dilakukan di Wuhan. Setelah di-lockdown, seluruh warga didatangi dan dipantau petugas
kesehatan," tuturnya.
Lihat Juga :