Luhut Ikut Tangani Corona, Pengamat: Semakin Kacau Saja Manajemen Penanganan Covid-19

loading...
Luhut Ikut Tangani Corona, Pengamat: Semakin Kacau Saja Manajemen Penanganan Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kasus COVID-19 di Indonesia terkendali. FOTO/DOK.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu melibatkan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam penanganan Covid-19 di sejumlah provinsi prioritas.

"Gak perlu Beliau (Luhut dilibatkan), fokus saja di kementeriannya. Sudah ada Gugus Tugas, tim pengendalian Covid dan juga pemda se-Indonesia," kata Jerry saat dihubungi SINDOnews, Rabu (16/9/2020). (Baca juga :Pelaku Pidana Kebakaran Gedung Kejagung Terancam 15 Tahun Penjara)

Apalagi, menurut Jerry, apa yang akan diurus Luhut nantinya sudah dikerjakan orang lain. Di situ, ia menyebutkan ada Erick Thohir. Menurutnya, Presiden mau memberikan tupoksi ke Luhut untuk kendalikan Covid-19 di sektor mana lagi.

(Baca juga: Luhut Bongkar Tiga Titah Jokowi, Apa Itu?).



"Semakin kacau saja manajemen penanganan Covid-19. Tak perlu Luhut dilibatkan kenapa bukan Wapres (Wakil Presiden) yang dilibatkan lewat saran dan masukan," ujarnya.

Menurut Jerry, jika Jokowi ingin menambah 'amunisi' lebih baik dihadirkan pakar yang ahli di bidang penanganan pandemi. Di sisi lain, yang terpenting sekarang bagaimana memberikan kesempatan kepada daerah melakukan strategi penanganan Covid-19 tanpa mengintervensi berlebihan.

(Baca juga: Satgas Benarkan Luhut Diminta Tangani COVID-19 di Provinsi Prioritas).



"Kalau kebijakan itu baik kenapa harus diutak-atik? Agar tidak ruwet dan rumit Jokowi memberikan kesempatan bagi setiap kepala daerah untuk mengatasi pandemi ini. Mending panggil pakar UI Pandu Riono atau Amien Soebandrio pakar soal pandemi," pungkas dia.

(Baca juga: Ahli Epidemi: Luhut Bukan Superman, Covid-19 Harus Ditangani Bersama).
(zik)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top