Korosi: Ancaman Tersembunyi di Balik Rusaknya Logam dan Konstruksi

Selasa, 30 Desember 2025 - 20:13 WIB
loading...
A A A
Secara keseluruhan, korosi tidak hanya menimbulkan biaya langsung (perbaikan dan penggantian), tetapi juga biaya tidak langsung seperti berhentinya proses produksi, gangguan distribusi, kecelakaan, kerusakan lingkungan, dan penurunan nilai aset. Menariknya, berbagai studi menunjukkan bahwa dengan penerapan sistem manajemen pencegahan dan pengendalian korosi yang baik, akan ada penghematan sekitar 15–35% dari total biaya korosi, atau setara dengan USD 375–875 miliar per tahun. Hal ini semakin menegaskan bahwa korosi merupakan masalah teknis yang berdampak langsung terhadap sektor ekonomi secara keseluruhan.

Teknik Pengendalian Korosi

Pengendalian korosi merupakan upaya untuk mencegah atau memperlambat kerusakan logam akibat reaksi kimia maupun elektrokimia dengan lingkungannya. Pengendalian korosi dapat dilakukan sejak awal melalui pemilihan material yang tepat. Beberapa logam dan paduan, seperti baja tahan karat atau aluminium, memiliki ketahanan korosi yang lebih baik karena mampu membentuk lapisan pelindung alami di permukaannya. Dengan memilih material yang sesuai dengan lingkungan kerja, poteni korosi dapat dikurangi sejak awal.

Di samping pemilihan material yang tepat, desain teknik yang baik akan sangat membantu dalam pencegahan korosi. Desain yang menghindari celah sempit, genangan air, serta kontak langsung antara logam yang berbeda dapat mengurangi kemungkinan terjadinya korosi. Dengan demikian, pengendalian korosi bukan hanya dilakukan setelah kerusakan terjadi, tetapi harus dipertimbangkan sejak tahap perencanaan dan desain dari sebuah produk/konstruksi.

Salah satu teknik yang paling umum digunakan untuk mencegah korosi adalah dengan teknik pelapisan (coating) terhadap permukaan logam. Logam yang akan dilindungi dilapisi dengan bahan tertentu seperti cat atau lapisan logam lain agar permukaan logam tidak bersentuhan langsung dengan udara, air, atau zat kimia yang bersifat korosif. Selama lapisan ini tetap utuh, proses korosi dapat ditekan secara signifikan.

Selain teknik pelapisan, proteksi katodik juga banyak diterapkan, terutama pada struktur logam yang berada di dalam tanah atau air laut. Teknik ini bekerja dengan menjadikan logam yang dilindungi sebagai katoda dalam suatu sistem elektrokimia, sehingga logam tersebut tidak mengalami oksidasi. Biasanya digunakan logam lain yang lebih reaktif digunakan sebagai anoda korban, yang akan terkorosi terlebih dahulu demi melindungi logam utama.

Teknik lain yang juga biasa digunakan adalah proteksi anodik, yaitu dengan mengatur potensial listrik logam agar berada pada kondisi pasif. Dalam kondisi ini, permukaan logam membentuk lapisan oksida tipis yang stabil dan mampu menghambat korosi lebih lanjut. Metode ini efektif untuk lingkungan tertentu, seperti baja karbon dalam larutan asam kuat, meskipun sistem proteksi ini relatif lebih rumit dan mahal.

Selain itu, inhibitor korosi sering ditambahkan ke dalam fluida atau lingkungan tertentu. Inhibitor ini adalah zat kimia yang bekerja dengan memperlambat reaksi korosi, misalnya dengan membentuk lapisan pelindung tipis pada permukaan logam atau menghambat reaksi elektrokimia yang terjadi.

Pengendalian kondisi lingkungan juga berperan penting. Faktor-faktor seperti kelembapan tinggi, kadar oksigen, garam, dan tingkat keasaman sangat memengaruhi laju korosi. Dengan mengontrol kondisi tersebut, misalnya dengan menurunkan kelembapan atau menyesuaikan pH, proses korosi dapat ditekan.

Riset dan Inovasi dalam Pengendalian Korosi

Beberapa riset dan inovasi telah dan sedang dikembangkan oleh peneliti-peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka pengendalian korosi. Salah satu teknik yang dikembangkan adalah dengan teknik Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) atau Micro-Arc Oxidation (MAO). Pada dasarnya, PEO/MAO adalah proses elektrolisis dengan menggunakan larutan elektrolit dan listrik bertegangan tinggi yang memicu timbulnya sejumlah percikan plasma dalam air karena adanya fenomena dielectric breakdown dan membentuk lapisan oksida tipis sebagai penghalang korosi yang tumbuh di permukaan logam (biasanya logam non-ferrous).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026, AM Mortar Bangun Interaksi dengan Pelanggan 
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Rekomendasi
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
Berita Terkini
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved