Korosi: Ancaman Tersembunyi di Balik Rusaknya Logam dan Konstruksi

Selasa, 30 Desember 2025 - 20:13 WIB
loading...
Korosi: Ancaman Tersembunyi...
Dr Eng Ir Muhammad Kozin, M.Sc, Peneliti BRIN, Ketua Umum Indonesian Corrosion Association (INDOCOR). Foto: Ist
A A A
Dr Eng Ir Muhammad Kozin, M.Sc.
Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Ketua Umum Indonesian Corrosion Association (INDOCOR)

MENJELANGperayaan Natal, 58 tahun yang lalu, sebuah peristiwa yang menggemparkan terjadi di Amerika Serikat. Sore itu, tanggal 15 Desember 1967, Silver Bridge, sebuah jembatan gantung yang terbentang di atas Sungai Ohio, yang memisahkan negara bagian West Virginia dan Ohio, Amerika Serikat secara tiba-tiba runtuh. Jembatan megah yang dibangun pada tahun 1928 dengan desain yang inovatif pada saat itu menggunakan struktur eyebars dari baja berkekuatan tinggi, bukan menggunakan kabel pilin seperti jembatan gantung pada umumnya.

Dalam waktu yang singkat, jembatan sepanjang ratusan meter itu runtuh seketika, menghanyutkan 31 kendaraan dan puluhan orang ke dalam sungai serta menewaskan 46 orang. Hasil investigasi yang dilakukan oleh lembaga Federal Amerika Serikat menyimpulkan bahwa penyebab runtuhnya Silver Bridge bukan karena gempa bumi atau ditabrak kapal. Penyebabnya adalah sebuah retakan mikroskopis pada sambungan eyebars. Retakan ini disebabkan oleh fenomena yang dikenal dengan istilah retak korosi tegangan (stress corrosion cracking) dan korosi sumuran (pitting corrosion).

Korosi yang tersembunyi di dalam sambungan baja, ditambah beban lalu lintas dan suhu dingin menjadi pemicu terjadinya bencana tersebut. Peristiwa ini membuka mata dunia bahwa korosi bukan lagi sekadar masalah karat pada logam tua yang mengganggu dari sudut padang estetika saja, tetapi bisa juga menjadi ancaman yang mematikan.

Korosi sebagai Proses Alamiah

Korosi atau karat pada logam besi/baja sejatinya merupakan proses alamiah. Logam-logam yang diekstraksi dari alam berupa bijih mineral biasanya berada dalam kondisi yang tidak stabil secara termodinamika. Ketika terpapar lingkungan, logam cenderung kembali ke bentuk senyawa yang lebih stabil, seperti oksida. Korosi didefinisikan sebagai penurunan mutu/degradasi material akibat reaksi dengan lingkungannya. Proses ini melibatkan anoda (tempat terjadinya oksidasi logam), katoda (tempat terjadinya reaksi reduksi) dan elektrolit, media penghantar ion (air, tanah, larutan).

Dampak Korosi

Korosi tidak hanya berdampak terhadap keselamatan manusia, tetapi juga berdampak sangat merugikan dari sisi ekonomi. Berdasarkan studi dari National Association of Corrosion Engineers (NACE) - Association for Materials Protection and Performance (AMPP), kerugian ekonomi akibat korosi di seluruh dunia diperkirakan mencapai sekitar USD 2,5 triliun per tahun, atau setara dengan sekitar 3–4% dari Produk Domestik Bruto (PDB/GDP) global. Artinya, dari setiap USD 100 nilai ekonomi yang dihasilkan di dunia, sekitar USD 3–4 hilang hanya untuk menangani dampak korosi.

Di Amerika Serikat, misalnya, biaya langsung akibat korosi diperkirakan mencapai sekitar USD 276 miliar per tahun, yang setara dengan sekitar 3,1% dari PDB nasional. Biaya ini mencakup perbaikan jembatan dan jalan, penggantian pipa air dan gas, perawatan kendaraan dan mesin industri, serta perlindungan struktur bangunan. Negara-negara industri besar lainnya menunjukkan pola serupa, dengan biaya korosi berkisar 3–4% dari PDB masing-masing negara.

Di sektor industri dan manufaktur, korosi menurunkan umur pakai mesin dan peralatan. Akibatnya, perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan, penggantian suku cadang, dan penghentian sementara proses produksi (downtime). Penghentian sementara proses produksi ini berdampak langsung pada penurunan produksi dan pendapatan.

Di sektor energi, khususnya minyak dan gas, dampak ekonominya bahkan lebih besar. Korosi pada pipa, tangki, dan fasilitas lepas pantai menyebabkan biaya perawatan dan perbaikan yang sangat tinggi. Sementara itu, pada sektor infrastruktur publik, korosi mempercepat kerusakan jembatan, pelabuhan, rel kereta api, dan sistem perpipaan baik pipa air maupun gas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026, AM Mortar Bangun Interaksi dengan Pelanggan 
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Rekomendasi
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Berita Terkini
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved