Korosi: Ancaman Tersembunyi di Balik Rusaknya Logam dan Konstruksi
Selasa, 30 Desember 2025 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Metode lain yang juga dikembangkan adalah dengan teknik Electrophoretic Deposition (EPD) yaitu teknik pelapisan yang memanfaatkan medan listrik untuk mendepositkan/mengendapkan partikel bermuatan dari suspensi ke permukaan logam dan juga teknik Electrochemical Deposition (ECD) yaitu teknik pelapisan logam yang memanfaatkan arus listrik untuk mendepositkan/mengendapkan ion logam pelapis ke atas permukaan logam yang ingin dilindungi.
Teknik pelapisan lain yang juga dikembangkan adalah teknik pelapisan dengan High Velocity Oxygen Fuel (HVOF) yaitu teknik pelapisan termal (thermal spray) yang menggunakan pembakaran campuran bahan bakar dan oksigen untuk mempercepat partikel serbuk sebagai material pelapis dengan kecepatan yang sangat tinggi, lalu menumbukkannya ke permukaan substrat sehingga terbentuk lapisan pelindung yang padat dan kuat.
Beberapa peneliti di BRIN juga mengembangkan Thermal Barrier Coating (TBC) yaitu teknik pelapisan yang dirancang untuk menghambat perpindahan panas dari lingkungan bersuhu tinggi ke material substrat (biasanya logam atau paduan). Disamping untuk perlindungan termal, teknik pelapisan TBC juga meningkatkan ketahanan terhadap oksidasi dan korosi pada temperatur tinggi (hot corrosion).
Di samping riset pengendalian korosi dengan teknik pelapisan (coating), beberapa peneliti di BRIN juga melakukan riset pengendalian korosi dengan menggunakan inhibitor. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah memanfaatkan - bahan aktif alami sebagai inhibitor korosi. Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang kaya menyediakan peluang bagi peneliti untuk mengekstrak zat-zat dari tanaman atau material hayati yang memiliki kemampuan menghambat proses korosi misalnya, ekstrak dari kulit buah alpukat, kulit buah kelengkeng, kulit buah naga, daun teh, dauh tembakau, dan daun talas yang memiliki kemampuan untuk mengurangi laju korosi pada logam tertentu.
Beberapa peneliti dari BRIN juga bekerjasama dengan Asosiasi Korosi Indonesia (Indonesian Corrosion Association – INDOCOR) dalam mengembangkan sistem monitoring dan pengendalian korosi berbasis Artificial Intelligence (AI). Di samping itu juga direncanakan akan dilakukan studi Peta Korosi Atmosferik Indonesia.
Peta ini bukan sekadar gambar melainkan basis data yang memuat tingkat agresivitas lingkungan di berbagai wilayah di Indonesia dari pesisir pantai hingga pegunungan. Data ini nantinya bisa menjadi rujukan bagi banyak pihak dalam menentukan spesifikasi logam yang tepat untuk dalam mengembangkan produk ataupun konstruksi di suatu tempat agar tidak over-spec yang berdampak pada pemborosan biaya atau under-spec yang bisa membahayakan manusia.
Sementara itu, untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengendalian korosi, beberapa peneliti dari BRIN juga mengikuti skema sertifikasi profesi sebagai corrosion inspector, coating inspector dan juga cathodic protection yang dilakukan oleh INDOCOR.
Teknik pelapisan lain yang juga dikembangkan adalah teknik pelapisan dengan High Velocity Oxygen Fuel (HVOF) yaitu teknik pelapisan termal (thermal spray) yang menggunakan pembakaran campuran bahan bakar dan oksigen untuk mempercepat partikel serbuk sebagai material pelapis dengan kecepatan yang sangat tinggi, lalu menumbukkannya ke permukaan substrat sehingga terbentuk lapisan pelindung yang padat dan kuat.
Beberapa peneliti di BRIN juga mengembangkan Thermal Barrier Coating (TBC) yaitu teknik pelapisan yang dirancang untuk menghambat perpindahan panas dari lingkungan bersuhu tinggi ke material substrat (biasanya logam atau paduan). Disamping untuk perlindungan termal, teknik pelapisan TBC juga meningkatkan ketahanan terhadap oksidasi dan korosi pada temperatur tinggi (hot corrosion).
Di samping riset pengendalian korosi dengan teknik pelapisan (coating), beberapa peneliti di BRIN juga melakukan riset pengendalian korosi dengan menggunakan inhibitor. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah memanfaatkan - bahan aktif alami sebagai inhibitor korosi. Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang kaya menyediakan peluang bagi peneliti untuk mengekstrak zat-zat dari tanaman atau material hayati yang memiliki kemampuan menghambat proses korosi misalnya, ekstrak dari kulit buah alpukat, kulit buah kelengkeng, kulit buah naga, daun teh, dauh tembakau, dan daun talas yang memiliki kemampuan untuk mengurangi laju korosi pada logam tertentu.
Beberapa peneliti dari BRIN juga bekerjasama dengan Asosiasi Korosi Indonesia (Indonesian Corrosion Association – INDOCOR) dalam mengembangkan sistem monitoring dan pengendalian korosi berbasis Artificial Intelligence (AI). Di samping itu juga direncanakan akan dilakukan studi Peta Korosi Atmosferik Indonesia.
Peta ini bukan sekadar gambar melainkan basis data yang memuat tingkat agresivitas lingkungan di berbagai wilayah di Indonesia dari pesisir pantai hingga pegunungan. Data ini nantinya bisa menjadi rujukan bagi banyak pihak dalam menentukan spesifikasi logam yang tepat untuk dalam mengembangkan produk ataupun konstruksi di suatu tempat agar tidak over-spec yang berdampak pada pemborosan biaya atau under-spec yang bisa membahayakan manusia.
Sementara itu, untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengendalian korosi, beberapa peneliti dari BRIN juga mengikuti skema sertifikasi profesi sebagai corrosion inspector, coating inspector dan juga cathodic protection yang dilakukan oleh INDOCOR.
(jon)
Lihat Juga :