Mengurai Dampak Sosial dan Lingkungan PSN Batang

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:53 WIB
loading...
A A A
Sebaliknya, Desa Ketangan hanya 8,25 % penduduk miskinnya per tahun 2023. Fenomena ini mencerminkan backwash effect, yang mana pertumbuhan ekonomi terkonsentrasi di pusat industri tanpa efek pengganda yang merata ke wilayah sekitarnya.

Menjaga Pertumbuhan Tanpa Mengorbankan Lingkungan
Harus diakui, kehadiran PSN di Batang tidak hanya mengubah struktur ekonomi lokal, tetapi juga membentuk dinamika sosial dan ekologis baru. Oleh karena itu, dampak lingkungan PSN perlu dipahami secara proporsional, bukan semata sebagai persoalan pencemaran insidental, melainkan sebagai proses transformasi lingkungan yang bersifat bertahap, spasial, dan kelembagaan.

Sebelum ditetapkan sebagai PSN, wilayah (KEK) Industropolis Batang didominasi oleh perkebunan karet dan sawah milik negara yang dikelola PTPN. Kawasan ini bukan wilayah permukiman padat, melainkan area produksi agraris dengan aktivitas manusia yang relatif terbatas.

Lanskap perkebunan tersebut memang bukan ekosistem alami murni, tetapi tetap menjalankan fungsi penting seperti penyerapan air hujan, penyangga mikroklimat, dan habitat bagi sejumlah spesies lokal. Aksesibilitas wilayah juga masih rendah, sehingga kawasan ini belum menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sebelum intervensi negara melalui skema PSN.

Alih fungsi lahan dari perkebunan menjadi kawasan industri dan infrastruktur pendukung membawa konsekuensi ekologis yang tidak dapat diabaikan. Berkurangnya ruang hidup flora dan fauna serta perubahan struktur mikro-ekosistem merupakan dampak yang inheren dalam proses ini. Meskipun, belum tercatat gangguan ekologis besar seperti, banjir atau longsor, tetapi ketiadaan kejadian ekstrim tidak serta-merta meniadakan resiko lingkungan yang bersifat kumulatif dan jangka panjang.

KEK Industropolis Batang menunjukkan upaya serius membangun sistem pengelolaan limbah terpadu dalam urusan pengelolaan lingkungan. Kawasan ini didukung instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpusat disebut berkapasitas 18.000 meter kubik per hari, serta fasilitas tempat pemrosesan sampah terpadu (TPST) dengan kapasitas 140 ton per hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
Rekomendasi
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved