Rekonseptualisasi Pendekatan Bela Negara

Jum'at, 19 Desember 2025 - 06:35 WIB
loading...
A A A
Pemamahan tersebut memerlukan upaya perubahan atau rekonseptualisasi pendekatan dalam menumbuhkan dan mempertahankan kesadaran bela negara, terutama bagi generasi muda saat ini. Penguatan bela negara ke depan menuntut pendekatan yang inklusif, kritis, dan berorientasi pada keadilan sosial agar tidak berhenti pada simbolisme semata.

Penguatan kesadaran bela negara memerlukan penguatan bela negara nonmiliter. Penguatan ini sejalan dengan perkembangan dinamika masyarakat yang tumbuh dengan daya kritis tinggi serta kepedulian pada dimensi keadilan sosial yang juga tinggi.

Lingkup bela negara nonmiliter dapat diperluas dengan cakupan pada aspek ketahanan siber, bencana, kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan, kemandirian nasional, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan sebagainya. Perluasan lingkup ini membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat sesuai profesi dan kompetensi masing-masing.

Selain itu, pendekatan bela negara harus dikaitkan langsung dengan upaya mengurangi ketimpangan, memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan antara lain melalui sinkronisasi program bela negara dengan kebijakan ekonomi nasional, UMKM, inovasi lokal, ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Untuk memperkuat perwujudan bela negara nonmiliter tersebut negara juga perlu melakukan serangkaian kebijakan yang memberikan pengakuan atas kontribusi sosial dan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu bentuk bela negara.

Perluasan cakupan pendekatan bela negara nonmiliter ini sejalan dengan konsepsi bela negara yang tidak hanya mempertahankan eksistensi negara semata namun juga sebagai upaya pencapaian tujuan negara. Realisasinya memerlukan kontribusi seluruh elemen bangsa.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Unhan RI Cetak Lulusan...
Unhan RI Cetak Lulusan Siap Jaga Kedaulatan Negara
Unhan Buka Seleksi Mahasiswa...
Unhan Buka Seleksi Mahasiswa D3 Jalur Beasiswa 2026, Ini Prodi, Syarat, dan Jadwalnya
Rekomendasi
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Berita Terkini
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved