Menjaga Nadi Sistem Pembayaran Digital Indonesia

Selasa, 02 Desember 2025 - 22:28 WIB
loading...
A A A
Selain itu, upaya penguatan integritas data, interoperabilitas antar sistem, serta pemanfaatan teknologi seperti ISO 20022, AI, dan cybersecurity juga digalakkan. Kita harus memastikan bahwa seluruh inovasi yang berpotensi digunakan secara masif akan menjadi standar nasional, bukan sekadar fitur eksklusif milik pelaku besar. Dengan begitu, persaingan usaha bisa tetap sehat, akses semakin luas, dan risiko bisa diminimalisasi.

Bank Indonesia juga memahami pentingnya konektivitas lintas negara. Inisiatif seperti Regional Payment Connectivity (RPC) di ASEAN, serta penjajakan terhadap CIPS (Cross-Border Interbank Payment System – Tiongkok) dan SPFS (System for Transfer of Financial Messages – Rusia), menunjukkan bahwa Indonesia ingin berdaulat secara teknologi, tidak tergantung penuh pada payment rail Barat yang kerap terikat pada kepentingan geopolitik.

Ke depan, sistem pembayaran akan semakin terhubung, canggih, dan otonom. Kita akan melihat penggunaan machine-to-machine payment berbasis internet of things (IoT), pembayaran dengan teknologi contactless seperti near field communication (NFC) dan radio frequency identification (RFID), serta penggunaan artificial intelligence (AI) dan biometrik dalam mendeteksi tindakan penipuan atau kecurangan (fraud) secara seketika (real-time).

Namun, semua itu tidak akan berarti jika masyarakat tidak memahami teknologi tersebut, tidak mempercayainya, atau malah menjadi korban eksploitasi. Oleh karena itu, transformasi ini tidak bisa hanya menjadi agenda bank sentral atau pelaku industri besar, tetapi harus menjadi proyek bersama seluruh elemen bangsa: regulator, industri, akademisi, media, dan masyarakat. Investasi pada literasi digital, penguatan perlindungan data pribadi, dan akses inklusif terhadap layanan pembayaran digital harus menjadi bagian dari kebijakan nasional. Karena di era digital, kepercayaan adalah mata uang utama.

Menuju Sistem Pembayaran Berdaulat

Kini, sistem pembayaran bukan lagi sekadar infrastruktur ekonomi, tetapi telah menjadi tulang punggung kedaulatan digital sebuah negara. Maka, arah kebijakan ke depan harus mampu menavigasi kompleksitas geopolitik, kecepatan teknologi, dan perlindungan publik secara bersamaan. Kita butuh regulasi yang progresif namun tidak sembrono, dan inovasi yang berani tapi tetap berpihak pada rakyat.

Dengan mengandalkan jaringan pemrosesan domestik, standar QR nasional, serta pengelolaan data yang berada di wilayah hukum nasional, negara dapat mengurangi ketergantungan pada sistem asing yang rawan terhadap risiko dan biaya yang kurang efisien. Lebih jauh, penguatan sistem pembayaran berdaulat memberi ruang tumbuh bagi inovasi lokal dan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Ekosistem yang dibangun secara mandiri, akan berdampak pada biaya transaksi lebih murah, integrasi data lebih kuat dan cepat serta koordinasi kebijakan moneter maupun stabilitas sistem keuangan lebih efektif.

Dengan fondasi ini, negara memiliki peluang besar untuk mendorong ekonomi digital yang lebih mandiri, kompetitif dan berkelanjutan. Jika berhasil, Indonesia tidak hanya akan memiliki sistem pembayaran yang modern, efisien dan inklusif, tetapi juga menjadi teladan global tentang bagaimana negara berkembang mampu menjaga kedaulatan digitalnya, namun tetap terbuka terhadap dinamika perubahan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Rekomendasi
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Berita Terkini
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved