Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Katalis Ekonomi Nasional

Senin, 24 November 2025 - 07:00 WIB
loading...
Kawasan Ekonomi Khusus...
Candra Fajri Ananda, Wakil Ketua Badan Supervisi OJK. Foto/Dok.SindoNews
A A A
Candra Fajri Ananda

Wakil Ketua Badan Supervisi OJK

INDONESIA sebagai negara kepulauan dengan karakteristik sosial-ekonomi yang beragam menghadapi tantangan struktural dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Transformasi ekonomi nasional dalam dua dekade terakhir memang menunjukkan kemajuan signifikan. Namun capaian tersebut belum sepenuhnya terdistribusi secara seimbang antarwilayah maupun antar kelompok masyarakat.

Pola konsentrasi pembangunan dan aktivitas ekonomi di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan yang kuat pada wilayah-wilayah tertentu. Khususnya daerah yang memiliki struktur ekonomi lebih matang dan infrastruktur lebih maju. Dominasi pusat-pusat ekonomi ini tidak hanya mencerminkan ketidakseimbangan historis, tetapi juga menunjukkan bahwa wilayah dengan investasi yang tinggi, akses pasar yang luas, dan kualitas infrastruktur yang lebih baik memiliki peluang pertumbuhan yang lebih besar dibanding daerah yang tertinggal.

Ketimpangan tersebut menjadi indikasi bahwa pembangunan cenderung bergerak dari poros-poros ekonomi yang kuat, sementara wilayah lain membutuhkan intervensi yang lebih strategis untuk mengejar ketertinggalan.

Hingga kini, Indonesia masih menghadapi ketimpangan yang cukup nyata, baik dalam aspek fiskal maupun pembangunan wilayah. Gini Ratio pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,379, sedikit membaik dari 0,388 pada Maret 2023, namun tetap menunjukkan distribusi pendapatan yang belum merata.

Tingkat kemiskinan pun masih berada di angka 9,36% pada periode yang sama, menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya inklusif. Ketimpangan tersebut semakin terlihat melalui disparitas biaya hidup, di mana wilayah dengan populasi kecil justru memiliki indeks biaya hidup hingga tiga kali lebih tinggi dibanding daerah berpenduduk padat.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa perbaikan ekonomi makro belum sepenuhnya dirasakan secara menyeluruh oleh seluruh kelompok masyarakat dan wilayah.

Secara konseptual, dinamika ini dapat dijelaskan melalui growth pole theory dan unbalanced growth theory, yang menegaskan bahwa pembangunan memang tidak selalu terjadi secara merata. Melainkan tumbuh dari pusat-pusat pertumbuhan yang memiliki keunggulan relatif.

Teori growth pole menekankan bahwa wilayah yang memiliki pusat pertumbuhan kuat berperan sebagai penggerak utama pembangunan regional, karena mampu menciptakan efek penyebaran (spread effect) ke wilayah sekitarnya. Dalam konteks Indonesia, kondisi ini tercermin jelas pada daerah-daerah dengan investasi dan infrastruktur lebih baik yang menunjukkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibanding daerah yang kurang berkembang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Pakar: Penempatan Dana...
Pakar: Penempatan Dana SAL Sesuai UU APBN 2026, Kebijakan Purbaya Dinilai Tepat
Mengelola Anggaran Daerah...
Mengelola Anggaran Daerah di Era Efisiensi
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Membangun dari Daerah,...
Membangun dari Daerah, Menguatkan Indonesia
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Rekomendasi
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Berita Terkini
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved