Darurat Perundungan, Bagaimana Mencegahnya?

Rabu, 19 November 2025 - 08:39 WIB
loading...
Darurat Perundungan,...
Muhammad Iqbal, Ph.D Psikolog, Assoc. Prof Universitas Paramadina. Foto/Istimewa
A A A
Muhammad Iqbal, Ph.D Psikolog
Assoc. Prof Universitas Paramadina

KEMATIAN akibat perilaku perundungan kembali terjadi. Setelah tragedi bunuh diri seorang dokter koas di Semarang, kini seorang siswa SMP di Tangerang Selatan meninggal dunia, diduga akibat perundungan fisik yang dilakukan oleh seniornya sejak awal masuk sekolah.

Indonesia sesungguhnya berada dalam situasi darurat perundungan. UNICEF (2021) mencatat bahwa 45% remaja Indonesia pernah mengalami atau menyaksikan perundungan.

Kementerian PPPA (2023) juga melaporkan lebih dari 18.000 kasus kekerasan terhadap anak dalam dua tahun terakhir, dengan perundungan sebagai salah satu kategori tertinggi. UNESCO (2019) mencatat bahwa 1 dari 3 siswa usia 11–15 tahun di dunia mengalami perundungan.

Kasus meninggalnya siswa SMPN 19 Tangerang Selatan menegaskan bahwa perundungan bukan persoalan kecil. Ia bukan “kenakalan”, tetapi bentuk kekerasan yang dapat mengancam keselamatan dan perkembangan psikologis anak.

Apa Penyebabnya?


Penyebab perundungan sangat kompleks, melibatkan interaksi antara kepribadian, lingkungan, dan pola pengasuhan. Beberapa faktor yang paling sering muncul adalah:

1. Normalisasi kekerasan

Ungkapan seperti “biar kuat” atau “namanya juga anak-anak” membuat perilaku agresi dianggap hal biasa. Dalam beberapa kasus, pelakunya justru teman, guru, atau orang tua sendiri yang menormalisasi kekerasan verbal maupun fisik.

2. Teori Pembelajaran Sosial (Bandura, 1977)

Anak meniru apa yang mereka lihat, di rumah, di sekolah, maupun secara digital. Perilaku agresi senior, guru, atau orang tua, serta paparan konten digital dan game kekerasan, menjadi model perilaku yang ditiru.

Permainan dengan unsur kekerasan dapat membuat anak terbiasa mengeluarkan kata-kata kasar atau menampilkan perilaku agresif dalam keseharian.

3. Perkembangan Otak Remaja

Secara neurologis, remaja berada dalam fase perkembangan otak yang belum matang (Casey et al., 2011). Akibatnya:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Mantan ART Erin Wartia...
Mantan ART Erin Wartia Kabur Karena Ibunya Kritis dan Tak Diizinkan Pulang
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Rekomendasi
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Darurat Utang, Setiap...
Darurat Utang, Setiap Kepala di AS Menanggung Beban Rp1,6 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved