Apakah ASEAN Masih Relevan bagi Gen Z Indonesia?
Senin, 17 November 2025 - 13:26 WIB
loading...
A
A
A
Dalam tingkat institusional, ASEAN juga tak jarang untuk mengajak generasi muda dalam berkontribusi seperti dalam forum ASEAN Youth Programme atau ASEAN Foundation. Namun kegiatan tersebut terkesan seperti terbatas bagi generasi muda, karena ASEAN biasanya hanya menjangkau mahasiswa berprestasi, aktivis atau perwakilan sebuah lembaga. Dari hal ini membuat generasi muda tidak sepenuhnya menjadi bagian kolektif dalam forum tersebut. ASEAN rasanya seperti ruang eksklusif bukan wadah yang terbuka bagi semua.
Sebagai perbandingan, Uni Eropa dalam programnya yaitu Erasmus+ berhasil menumbuhkan rasa "kita" pada Gen Z. Sementara ASEAN masih berkutat pada fokus diplomasi yang kaku dan jauh dari cakupan anak muda yang mempunyai kesan dinamis dan mengikuti zaman.
Padahal dengan membawa isu lingkungan, ekonomi kreatif, serta teknologi dapat menjadi sebuah peluang besar bagi generasi muda di Asia Tenggara. Generasi muda sekarang bukan kehilangan minat pada ASEAN, namun jembatan komunikasi yang dibangun oleh ASEAN masih mengikuti cara lama dan kaku sehingga sulit bagi generasi muda mempunyai ketertarikan terhadap ASEAN.
Meski begitu, ASEAN masih memiliki potensi besar sebagai wadah bagi Gen Z Indonesia. Inisiasi yang dilakukan ASEAN mempunyai banyak peluang dalam kerja sama lintas negara, seperti program beasiswa regional, proyek sosial dan lingkungan, serta program pertukaran pelajar yang berhasil diciptakan oleh ASEAN Youth Network.
Banyak program digital yang dimanfaatkan sebagai platform bagi generasi muda untuk menjangkau program tersebut. Namun, agar keterkaitan tersebut benar-benar terasa, ASEAN masih perlu membenahi cara berkomunikasi dan membangun narasi yang lebih familiar dengan generasi muda sekarang, yang lekat dengan kreativitas, keterbukaan, dan kolaborasi.
Jangkauan program ASEAN tidak bisa dibangun hanya dengan program seremoni KTT atau pertemuan para menteri. ASEAN sebagai organisasi regional juga bergantung pada generasi muda yang kelak akan menjadi bagian dari masa depan dan melanjutkan visi dan misi dari ASEAN.
Sebagai perbandingan, Uni Eropa dalam programnya yaitu Erasmus+ berhasil menumbuhkan rasa "kita" pada Gen Z. Sementara ASEAN masih berkutat pada fokus diplomasi yang kaku dan jauh dari cakupan anak muda yang mempunyai kesan dinamis dan mengikuti zaman.
Padahal dengan membawa isu lingkungan, ekonomi kreatif, serta teknologi dapat menjadi sebuah peluang besar bagi generasi muda di Asia Tenggara. Generasi muda sekarang bukan kehilangan minat pada ASEAN, namun jembatan komunikasi yang dibangun oleh ASEAN masih mengikuti cara lama dan kaku sehingga sulit bagi generasi muda mempunyai ketertarikan terhadap ASEAN.
Meski begitu, ASEAN masih memiliki potensi besar sebagai wadah bagi Gen Z Indonesia. Inisiasi yang dilakukan ASEAN mempunyai banyak peluang dalam kerja sama lintas negara, seperti program beasiswa regional, proyek sosial dan lingkungan, serta program pertukaran pelajar yang berhasil diciptakan oleh ASEAN Youth Network.
Banyak program digital yang dimanfaatkan sebagai platform bagi generasi muda untuk menjangkau program tersebut. Namun, agar keterkaitan tersebut benar-benar terasa, ASEAN masih perlu membenahi cara berkomunikasi dan membangun narasi yang lebih familiar dengan generasi muda sekarang, yang lekat dengan kreativitas, keterbukaan, dan kolaborasi.
Jangkauan program ASEAN tidak bisa dibangun hanya dengan program seremoni KTT atau pertemuan para menteri. ASEAN sebagai organisasi regional juga bergantung pada generasi muda yang kelak akan menjadi bagian dari masa depan dan melanjutkan visi dan misi dari ASEAN.
Lihat Juga :