Ketegangan China–Jepang, Status Taiwan, dan Normativitas Keutuhan Negara dalam Tata Internasional Asia

Minggu, 16 November 2025 - 17:20 WIB
loading...
A A A
Jepang modern adalah bangsa maju, berbudaya, dan sangat dihormati di Asia. Namun sejarah mencatat bahwa proyek Greater East Asia Co-Prosperity Sphere pernah menyebabkan penderitaan besar di kawasan. Bagi banyak negara Asia, termasuk Indonesia, sensitivitas terhadap ekspansi politik Jepang tetap ada secara historis. Karena itu:

Pernyataan yang mengaitkan urusan Taiwan dengan “eksistensi Jepang” dikhawatirkan membuka ruang bagi retorika pra-perang yang tidak diinginkan.

Asia hari ini membutuhkan Jepang sebagai kekuatan Demokratis, Moderat, Dan stabil. Bukan sebagai aktor yang kembali memainkan posisi hegemonik di Asia Timur.

Peran Indonesia dan ASEAN dalam Menyikapi Ketegangan

Sebagai negara besar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki beberapa kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas wilayah. Konflik di Selat Taiwan akan mengganggu jalur laut strategis, mengacaukan ekonomi ASEAN, dan memicu perlombaan senjata.

Oleh karena itu Indonesia akan tetap konsisten dalam mendukung keutuhan wilayah negara lain, tidak akan mencampuri konflik internal suatu bangsa, dan tidak mendukung separatisme. Prinsip yang sama juga diberlakukan Indonesia terhadap isu Papua.

Indonesia memandang isu Taiwan sebagai p ersoalan internal bangsa China (dalam pengertian historis: ROC vs PRC sebagai konflik saudara) Sehingga penyelesaiannya harus berada di tangan:

• Rakyat di daratan China,
• Rakyat Taiwan,
• Tanpa intervensi negara asing.

Isu Taiwan tidak bisa dianalisis hanya dari logika geopolitik kontemporer tetapi harus dipahami melalui sejarah pascaperang yang mengakhiri kolonialisme Jepang, hukum internasional yang menolak separatisme, perspektif teoritis Asia yang menekankan relasionalitas dan non-interference, kepentingan strategis negara Asia untuk mencegah eskalasi baru yang menyerupai hegemoni masa lalu.

Bagi Indonesia, isu paling penting dalam hubungan internasional adalah menjaga stabilitas, menghormati kedaulatan negara lain, dan mendukung penyelesaian damai yang ditentukan oleh bangsa China sendiri. Keutuhan negara—baik bagi Indonesia, China, Jepang, atau negara manapun—adalah pilar perdamaian global.

Dan Asia yang kuat adalah Asia yang mampu menyelesaikan persoalannya tanpa membuka kembali luka sejarah atau campur tangan asing yang berlebihan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
Ditolak AS dan Eropa,...
Ditolak AS dan Eropa, Mobil Listrik China Incar Asia Tenggara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved