Ketegangan China–Jepang, Status Taiwan, dan Normativitas Keutuhan Negara dalam Tata Internasional Asia

Minggu, 16 November 2025 - 17:20 WIB
loading...
A A A
Perspektif Hukum Internasional: Anti-Separatisme dan Integritas Wilayah

Hukum internasional modern berlandaskan beberapa prinsip inti: Integritas wilayah (territorial integrity), Non-intervensi dalam urusan domestik negara lain, Larangan mendukung separatisme yang memecah negara lain.

Piagam PBB Pasal 2(4) secara eksplisit melarang tindakan apa pun dari negara luar untuk mendorong disintegrasi wilayah negara lain. Mendukung kemerdekaan Taiwan secara hukum berarti melanggar prinsip integritas wilayah, mengancam stabilitas regional, membuka preseden berbahaya bagi negara lain dengan isu separatisme.

Sebagai akademisi Indonesia, yang memiliki sensitivitas terhadap potensi separatisme di Papua dan wilayah lain, mengakui atau mendukung pemisahan Taiwan bukan hanya tidak sejalan dengan hukum internasional, tetapi juga bertentangan dengan kepentingan nasional Indonesia.

Sangat penting dipahami bahwa “Taiwan” bukan hanya pulau utama Taiwan. ROC (Republik China) secara administratif masih menguasai kepulauan Kinmen (金門), Matsu (馬祖) dan Penghu (澎湖). Masyarakat di wilayah tersebut secara historis dan sosial tidak mengidentifikasi diri sebagai “bangsa Taiwan”, melainkan sebagai bagian dari Republik China.

Ini menambah kerumitan jika Taiwan mendeklarasikan kemerdekaan, keputusan siapa yang menentukan status Kinmen dan Matsu? apakah etis memaksakan identitas politik baru kepada mereka?

Qin Yaqing mengembangkan teori hubungan internasional berbasis relasionalitas (关系论). Ia berargumen bahwa negara di Asia tidak dipahami sebagai entitas individualistik seperti dalam teori Barat, tetapi sebagai entitas relasional yang stabilitasnya bergantung pada keutuhan internal dan harmoni eksternal. Dalam kerangka ini:

Pemisahan wilayah bukan hanya ancaman politik, tetapi penghancuran totalitas relasi historis yang membentuk bangsa. Bagi China, mempertahankan keutuhan wilayah bukan soal nasionalisme agresif, tetapi soal etika relasional Asia.

Amitav Acharya, melalui konsep norm localization dan ASEAN Way, menekankan bahwa Asia Tenggara memiliki sejarah traumatis terhadap hegemoni besar, Stabilitas kawasan ditopang oleh norma non-interference dan penghormatan pada keutuhan negara, sehingga pemaksaan identitas politik oleh negara luar adalah sumber instabilitas terbesar di Asia.

Dengan teori Acharya, pernyataan Jepang tentang “krisis eksistensial” atas Taiwan berpotensi dianggap sebagai intervensi normatif, ancaman struktural, dan pengulangan pola hegemoni masa lalu.

Jepang dan Bayang-Bayang 大東亞共榮圈 (Greater East Asia Co-Prosperity Sphere)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
Dikepung Kapal dan Jet-jet...
Dikepung Kapal dan Jet-jet Tempur China, Taiwan Siaga Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved