Lumbung Digital Nasional

Kamis, 13 November 2025 - 19:08 WIB
loading...
A A A
Negara tampak sibuk membuat aturan, membangun sistem pembayaran digital, dan menyalurkan bantuan bagi UMKM agar bisa masuk ke dunia online. Tapi itu semua baru pada tahap “mengantar”, belum pada tahap “menjamin”. Kita masih sibuk mendorong rakyat kecil masuk ke rumah orang lain tanpa pernah memikirkan: siapa sebenarnya pemilik rumah itu?

Ketika semua transaksi, data penjualan, hingga perilaku konsumen dikuasai oleh segelintir korporasi besar, sesungguhnya kita sedang menyerahkan denyut nadi ekonomi nasional kepada pihak luar. Data adalah minyak baru, dan kita dengan enteng memberikannya tanpa imbalan sepadan.

Memang kini sebagian server marketplace besar telah berada di Indonesia. Tapi jangan salah, kendali dan algoritmanya tetap di luar jangkauan negara. Data boleh tersimpan di sini, uang mungkin berputar di sini, tapi kekuasaan atas data itu belum tentu milik kita dan berada entah di mana.

Negara tidak boleh hanya menjadi wasit dalam pertandingan yang tidak adil. Negara harus hadir sebagai pemain utama, bahkan pengelola lapangan. Ini bukan tentang membenci korporasi global, tapi tentang memastikan rakyat kecil tidak menjadi korban.

Banyak yang alergi dengan kata “monopoli”. Tapi sesungguhnya yang kita butuhkan adalah monopoli yang berkeadilan — monopoli negara demi kepentingan publik. Seperti halnya Bulog di bidang pangan, PLN di bidang listrik, atau Pertamina di bidang energi. Kita membutuhkan Badan Usaha Milik Negara Digital, yang mengelola marketplace nasional berbasis gotong royong.

Bayangkan sebuah platform digital yang dibangun dan dimiliki negara, di mana UMKM menjadi prioritas. Biaya administrasi rendah, komisi ringan, promosi disubsidi, server berada dalam kekuasaan, dan algoritma didesain bukan untuk memanjakan modal besar, melainkan mengangkat yang kecil. Marketplace nasional yang bukan sekadar tempat jual beli, tapi ruang belajar, pelatihan, dan kolaborasi antar pelaku usaha rakyat.

Negara seharusnya menjadi pelindung, bukan pelengkap. Negara hadir bukan hanya untuk memfasilitasi, tapi juga untuk memastikan distribusi keuntungan ekonomi digital tidak timpang. Kalau di era industri kita punya koperasi dan BUMN, maka di era digital kita harus punya BUMN Platform. Karena siapa yang menguasai platform, dia yang menguasai arah ekonomi.

Sayangnya, wacana ini sering tersandung pada alasan klasik: efisiensi, kompetisi global, atau keterbatasan anggaran. Padahal, bukan soal mampu atau tidak, tapi mau atau tidak. Kedaulatan ekonomi digital tidak akan datang dari investor asing. Ia hanya bisa lahir dari keberanian negara mengelola ruang dagang sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Spillify.io Hubungkan...
Spillify.io Hubungkan Brand dan Konsumen, Ngespill Produk Bisa Dapat Cuan
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Rekomendasi
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved