Lumbung Digital Nasional

Kamis, 13 November 2025 - 19:08 WIB
loading...
Lumbung Digital Nasional
Suparman Kadamin, Akademisi, Peneliti ITB Ahmad Dahlan Jakarta/Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM). Foto/Dok. SindoNews
A A A
Suparman Kadamin
Akademisi, Peneliti ITB Ahmad Dahlan Jakarta
Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM)

DI NEGERI ini, berdagang dulu artinya membuka tikar di pasar, menata sayur di atas meja, atau menjemput pembeli dengan senyum di emperan toko. Tapi kini pasar telah berubah bentuk: tak lagi berdebu, tak berteriak, tak menawar harga. Ia sunyi, tapi sibuk. Tak terlihat, tapi berputar setiap detik. Namanya marketplace — pasar raksasa di dunia maya yang mengatur ritme dagang rakyat dari balik layar ponsel.

Dulu orang bilang, “dagang itu soal niat dan kerja keras.” Sekarang, dagang juga soal algoritma, peringkat iklan, dan biaya promosi. UMKM yang ingin dikenal harus membayar ruang tampak — semacam sewa etalase digital. Yang tak punya modal, tergeser ke halaman belakang, nyaris tak terlihat. Di situ, mimpi-mimpi kecil terkubur dalam sistem yang tak pernah memberi ruang bagi yang lemah.

Kita sering mendengar istilah manis: digitalisasi ekonomi, UMKM go digital, ekonomi kreatif. Tapi di balik istilah yang wangi itu, banyak pelaku usaha kecil yang justru kehilangan aroma keadilan. Biaya layanan, potongan komisi, dan ongkos promosi menelan sebagian besar keuntungan.

Bagi banyak UMKM, berjualan di marketplace bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dan keharusan yang tidak disertai kemampuan, lama-lama berubah menjadi jebakan.

UMKM kita seperti petani jagung di ladang digital. Mereka menanam dengan modal sendiri, menyiram dengan tenaga sendiri, tapi ketika panen, sebagian besar hasilnya dipotong oleh pemilik lahan. Bedanya, ladang digital ini tidak berdebu, tidak ada bajak, tidak ada sekop — tapi ada algoritma yang menentukan siapa boleh panen lebih dulu.

Inilah wajah baru kapitalisme digital — lembut tapi menelan. Ia datang bukan dengan senjata, tapi dengan iklan. Ia tidak memaksa, tapi membuat kita merasa perlu. Ia menanam candu lewat kemudahan, tapi menagih upeti lewat sistem.

Lalu di Mana Negara?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Rekomendasi
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Mercedes-Benz Luncurkan...
Mercedes-Benz Luncurkan eActros Lowliner, Truk Logistik Jarak Jauh
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved