Idealisme Eks Tapol PKI Asal Jawa di Pulau Buru Maluku

Kamis, 02 Oktober 2025 - 17:59 WIB
loading...
Idealisme Eks Tapol...
Abdul Haris Fatgehipon, Guru Besar Damai & Resolusi Konflik UNJ Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ. Foto: Ist
A A A
Abdul Haris Fatgehipon
Guru Besar Damai & Resolusi Konflik UNJ
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ

PRAHARA1965 menyisakan banyak kisah tidak hanya terbunuhnya para Jenderal Angkatan Darat, tetapi juga ada cerita dari timur Indonesia kisah hidup para eks tapol PKI di Pulau Buru Maluku. Pulau Buru saat ini menjadi terkenal sebagai Pulau yang tidak hanya menjadi penghasil minyak kayu putih, tetapi juga penghasil emas.

Ribuan penambang datang dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan banyak investor dari dalam dan luar negeri datang ke Pulau Buru untuk berinvestasi di bidang pertambangan emas. Pada tahun 1969 Pulau Buru menjadi tempat dari Program Inrehab Tapol PKI.

Tapol PKI yang berjumlah 12 ribu orang dibawa dari Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dengan menggunakan kapal laut memakan waktu perjalanan berminggu-minggu. Pemerintah Orde Baru menjalankan program inrehab kepada para Tapol PKI di Pulau Buru menggunakan dasar hukum yakni UU Nomor 5 Tahun 1969 tentang kewenangan melakukan penawanan dan pemberantasan kegiatan subversif.

Para tapol PKI dinilai membahayakan dan telah melakukan tindakan subversif baik langsung maupun tidak langsung terhadap negara. Tujuan dari program Inrehab yang dilakukan oleh pemerintahan Orde Baru, mengutip tesis IG Krisnadi dari UI, dengan judul Sejarah Tahanan Tapol di Pulau Buru 1969 -1979 (1) Menampung dan mengamankan para tapol dari masa yang anti PKI (2) Membina mental para tapol supaya menjadi manusia Indonesia yang Pancasilais dan tidak menganut ideologi komunis (3) Membina dan memanfaatkan para tapol ke arah kemampuan produksi , sehingga diharapkan dapat hidup berswasembada di bidang pertanian.

Angkatan Darat yang muncul sebagai pemenangan dalam konflik politik di tahun 1965, berusaha untuk membersihkan PKI sampai ke akar-akarnya, para Tapol PKI dibagi atas tiga golongan yakni A, B, dan C.

Golongan A yang terlibat langsung dengan G 30 S/ PKI, dan Para Pimpinan PKI, mereka sebagian besar diadili di Mahmilub (Mahkamah Militer Luar Biasa ) dan banyak yang dieksekusi mati seperti Letkol Untung. Golongan B terlibat secara tidak langsung dalam peristiwa G 30S / PKI dan Golongan C merupakan simpatisan dan kader PKI. Golongan B dan C inilah yang dibawa mengikuti program Inrehab di Pulau Buru.

Para Tapol PKI yang berjumlah 12 ribu ditempatkan di Waeapo Pulau Buru dengan menempati 22 barak, tiap barak dihuni 500 tahanan. Para Tapol PKI dipekerjakan membuka hutan di Waeapo Pulau Buru untuk jadikan irigasi dan kawasan pertanian. Membangunkan irigasi dan kawasan pertanian untuk mendukung program Repelita dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Para Tapol PKI bekerja dengan peralatan yang terbatas, tidak didukung oleh ketersediaan makanan yang memadai, ditambah lagi dengan proses adaptasi dengan lingkungan alam di Pulau Buru menyebabkan banyak tapol yang menderita sakit karena kelelahan, kurang gizi, banyak Tapol PKI yang meninggal terkena penyakit Malaria.

Tapol tidak memiliki pilihan selain harus bekerja dalam pengawasan ketat dari para tentara, tekanan yang berat dirasakan oleh para Tapol PKI, menyebabkan sering terjadi insiden yang dilakukan oleh Tapol PKI seperti membunuh petugas keamanan dan berusaha melarikan diri ke wilayah hutan tetapi mereka berhasil ditangkap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Gempa M5,2 Guncang Maluku...
Gempa M5,2 Guncang Maluku Sore Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M5,1 Guncang Timur...
Gempa M5,1 Guncang Timur Laut Maluku
Rekomendasi
Inggris Dihantam Isu...
Inggris Dihantam Isu Keributan di Kamar Ganti, Harry Kane Semprot Media
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
Berita Terkini
Bakom Sangkal Febrie...
Bakom Sangkal Febrie Adriansyah Algojo Pemberantasan Korupsi di Kejagung
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved