Idealisme Eks Tapol PKI Asal Jawa di Pulau Buru Maluku
Kamis, 02 Oktober 2025 - 17:59 WIB
loading...
A
A
A
Anak Pak Cipto alumni Fakultas Pertanian UGM pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi Maluku dari PDIP. Caito, anak Pak Cipto, alumni FKIP Muhammadiyah Purwokerto, saat ini menjadi Guru PNS di Kabupaten Buru.
Pak Cipto mengaku menghayati lagu Indonesia Raya dalam syair lagu Indonesia Raya, bangunlah jiwanya setelah itu baru bangunlah badannya. Artinya, pembangunan pendidikan sangat penting dan utama.
Salah satu jalan untuk mengangkat harkat kehidupan sebagai keluarga eks Tapol PKI adalah memajukan pendidikan anak. Anak eks Tapol PKI sering di-bully dengan stigma negatif, untuk mengubah stigma negatif dari masyarakat salah satu jalannya anak-anak eks Tapol PKI harus berpendidikan tinggi agar dapat berarti dan bermanfaat kepada masyarakat.
Pak Dudung, seorang eks Tapol berasal dari Cipanas, Jawa Barat. Sebelum peristiwa G30/S PKI, Pak Dudung bekerja sebagai Mandor di perkebunan Cipanas. Pak Dudung mengatakan dirinya ditahan di Pulau Buru, karena merupakan seorang Sukranois. Dia mendukung gagasan pemikiran besar Soekarno, terutama melawan Neo kolonialisme dan imperealisme, Indonesia negara besar jangan sampai kita dijajah lagi dengan bentuk penjajahan baru.
Pak Dudung mengaku tidak menyesal dibuang sebagai tahanan politik di Pulau Buru. Dengan dibuang di Pulau Buru, dia diberi kesempatan berbuat membangun kawasan pertanian di Pulau Buru, itu artinya dirinya diberi kesempatan ikut serta membangun bangsa dan negara, berbeda dengan para politisi.
Anggota DPR saat ini yang masuk politik untuk memperoleh kekayaan dengan cara korup, bukan membela kepentingan rakyat dan negara. Pak Dudung mengaku dirinya kecewa dan prihatin melihat perilaku korupsi para politisi Indonesia. Saat kami wawancara Pak Dudung, media televisi ramai memberitakan kasus korupsi pencucian uang Projek (P3SON) Hambalang yang melibatkan politisi.
Di akhir wawancara kami, Pak Dudung menyampaikan dirinya berterima kasih kepada Mantan Presiden Soeharto yang menempatkan Tapol PKI di Pulau Buru, sehingga tapol masih berkesempatan berbuat untuk bangsa, dengan membangun kawasan pertanian seluas 1.700 hektare di Waipo, Pulau Buru.
Keringat, kerja keras para Tapol PKI saat ini dinikmati oleh masyarakat luas. Pulau Buru saat ini menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Maluku dan Indonesia. Setiap kujungan Presiden RI ke Maluku, selalu menyempatkan waktu berkunjung ke Pulau Buru melihat hamparan sawah yang luas sejauh mata memandang hasil jerih payah kerja keras oleh para Tapol PKI.
Data Bulog di tahun 2025, Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara berhasil menyerap 2,9 ton gabah kering panen dari petani di Pulau Buru. Semoga kerja keras para eks Tapol PKI dalam membangun Kawasan Waeapo Pulau Buru yang saat ini menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Maluku dan Indonesia menjadi amal jariyah di hadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
Pak Cipto mengaku menghayati lagu Indonesia Raya dalam syair lagu Indonesia Raya, bangunlah jiwanya setelah itu baru bangunlah badannya. Artinya, pembangunan pendidikan sangat penting dan utama.
Salah satu jalan untuk mengangkat harkat kehidupan sebagai keluarga eks Tapol PKI adalah memajukan pendidikan anak. Anak eks Tapol PKI sering di-bully dengan stigma negatif, untuk mengubah stigma negatif dari masyarakat salah satu jalannya anak-anak eks Tapol PKI harus berpendidikan tinggi agar dapat berarti dan bermanfaat kepada masyarakat.
Pak Dudung, seorang eks Tapol berasal dari Cipanas, Jawa Barat. Sebelum peristiwa G30/S PKI, Pak Dudung bekerja sebagai Mandor di perkebunan Cipanas. Pak Dudung mengatakan dirinya ditahan di Pulau Buru, karena merupakan seorang Sukranois. Dia mendukung gagasan pemikiran besar Soekarno, terutama melawan Neo kolonialisme dan imperealisme, Indonesia negara besar jangan sampai kita dijajah lagi dengan bentuk penjajahan baru.
Pak Dudung mengaku tidak menyesal dibuang sebagai tahanan politik di Pulau Buru. Dengan dibuang di Pulau Buru, dia diberi kesempatan berbuat membangun kawasan pertanian di Pulau Buru, itu artinya dirinya diberi kesempatan ikut serta membangun bangsa dan negara, berbeda dengan para politisi.
Anggota DPR saat ini yang masuk politik untuk memperoleh kekayaan dengan cara korup, bukan membela kepentingan rakyat dan negara. Pak Dudung mengaku dirinya kecewa dan prihatin melihat perilaku korupsi para politisi Indonesia. Saat kami wawancara Pak Dudung, media televisi ramai memberitakan kasus korupsi pencucian uang Projek (P3SON) Hambalang yang melibatkan politisi.
Di akhir wawancara kami, Pak Dudung menyampaikan dirinya berterima kasih kepada Mantan Presiden Soeharto yang menempatkan Tapol PKI di Pulau Buru, sehingga tapol masih berkesempatan berbuat untuk bangsa, dengan membangun kawasan pertanian seluas 1.700 hektare di Waipo, Pulau Buru.
Keringat, kerja keras para Tapol PKI saat ini dinikmati oleh masyarakat luas. Pulau Buru saat ini menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Maluku dan Indonesia. Setiap kujungan Presiden RI ke Maluku, selalu menyempatkan waktu berkunjung ke Pulau Buru melihat hamparan sawah yang luas sejauh mata memandang hasil jerih payah kerja keras oleh para Tapol PKI.
Data Bulog di tahun 2025, Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara berhasil menyerap 2,9 ton gabah kering panen dari petani di Pulau Buru. Semoga kerja keras para eks Tapol PKI dalam membangun Kawasan Waeapo Pulau Buru yang saat ini menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Maluku dan Indonesia menjadi amal jariyah di hadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
(jon)
Lihat Juga :