Mencontoh Jenderal Soemitro: Mundur dari Jabatan, Gagal Atasi Demo Malari 1974
Kamis, 11 September 2025 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Ibu Kota Jakarta berada dalam situasi genting, rumah Asisten Pribadi Soeharto, Ali Murtopo dan Soedjono Hoemardani nyaris menjadi sasaran penyerangan oleh massa. Jenderal Soemitro mengarakan pasukan tentara untuk mencegah jangan sampai rumah Asisten Pribadi Presiden Soeharto diserang massa, sebab akan menghancurkan kehormatan ABRI dan pemerintah
Aparat keamanan berusaha untuk menegosiasi agar massa demostrasi tidak mendekati Istana Negara.
Sebab, kalau mahasiswa bisa melakukan demo di depan Istana Negara akan membuat malu Presiden Soeharto di depan tamu negara Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka.
Peristiwa Malari 1974, bukan hanya menyebabkan kerugian materi akibat pembakaran dan penjarahan tetapi juga banyak korban jiwa. Sumber resmi pemeritah data Korban Malari 1974, 11 orang meninggal, 685 mobil terbakar, 120 toko dijarah dan dirusak, 120 terluka.755 orang di amankan oleh aparat keamanan.
Dalam wawancara yang dilakukan oleh penulis dengan Mantan Pangkobkamtib Jenderal Pur Sudomo tahun 2002, Sudomo menjelaskan penahanan terhadap Ketua Dema UI Hariman Siregar, sebagai pembelajaran, sebagai pemimpin mahasiswa Hariman Siregar dinilai melepas tanggung jawab atas akibat yang terjadi akibat dari demonstrasi mahasiswa yang dilakukan di luar kampus, sebelumnya telah disepakati demonstrasi boleh dilakukan tetapi hanya didalam kampus.
Ketua Dema UI Hariman Siregar dijatuhkan hukum enam tahun penjara , dan sempat diancaman hukuman mati, Hariman hanya menjalani hukuman tiga tahun, bebas tahun 1976 (Arsip UI 2023).
Peristiwa demonstrasi DPR Agustus-September 2025 memiliki kesamaan dengan Malari 1974, yaitu demostrasi dilakukan oleh mahasiswa, muncul aksi penjarahan dan pembakaran yang memunculkan korban jiwa. Peristiwa demo DPR bahkan terjadi diberbagai kota, Malari 1974 yang hanya terjadi di Jakarta . Dalam peristiwa Malari 1974 Rumah Aspri Presiden Suharto Ali Moertopo dan Soejono Humardani nyaris di hancurkan oleh massa,tetapi berhasil di cegah oleh pasukan tentara, berbeda dengan aksi Agustus dan September 2025, massa berhasil menjarah rumah Anggota DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Dalam peristiwa Malari 1974 Jenderal Soemitro yang menjadi Wakil Panglima dan Pangkopkamtib, merupakan menangungjwab keamanan dan ketertiiban , jabatan yang sangat powerful di era Orde Baru, memilih untuk melepaskan jabatannya, meski Presiden Soeharto masih menginginkan untuk tetap menjabat.
Presiden Soeharto menilai Peristiwa Malari terjadi bukan hanya kesalahan Jenderal Soemitro, tetapi kesalahan semuanya termasuk Presiden, Presiden Soeharto sangat bijak tidak menginginkan muncul perpecahan dalam interal ABRI, setelah periswa malari 1974. Jenderal Soemitro berjiwa kesatria,memilih bertangungjawab atas kejadian peristiwa Malari 1974, Jenderal Soemitro tidak mau melempar kesalahan kepada anak buahnya.
Aparat keamanan berusaha untuk menegosiasi agar massa demostrasi tidak mendekati Istana Negara.
Sebab, kalau mahasiswa bisa melakukan demo di depan Istana Negara akan membuat malu Presiden Soeharto di depan tamu negara Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka.
Peristiwa Malari 1974, bukan hanya menyebabkan kerugian materi akibat pembakaran dan penjarahan tetapi juga banyak korban jiwa. Sumber resmi pemeritah data Korban Malari 1974, 11 orang meninggal, 685 mobil terbakar, 120 toko dijarah dan dirusak, 120 terluka.755 orang di amankan oleh aparat keamanan.
Dalam wawancara yang dilakukan oleh penulis dengan Mantan Pangkobkamtib Jenderal Pur Sudomo tahun 2002, Sudomo menjelaskan penahanan terhadap Ketua Dema UI Hariman Siregar, sebagai pembelajaran, sebagai pemimpin mahasiswa Hariman Siregar dinilai melepas tanggung jawab atas akibat yang terjadi akibat dari demonstrasi mahasiswa yang dilakukan di luar kampus, sebelumnya telah disepakati demonstrasi boleh dilakukan tetapi hanya didalam kampus.
Ketua Dema UI Hariman Siregar dijatuhkan hukum enam tahun penjara , dan sempat diancaman hukuman mati, Hariman hanya menjalani hukuman tiga tahun, bebas tahun 1976 (Arsip UI 2023).
Pelajaran Berharga
Peristiwan Malari 1974, memberikan pelajaran berharga kepada bangsa Indonesia yang saat ini mengalami gejolak politik, akibat demontrasi mahasiswa dan masyarakat sipil yang berlangsung Agustus-September 2025.Peristiwa demonstrasi DPR Agustus-September 2025 memiliki kesamaan dengan Malari 1974, yaitu demostrasi dilakukan oleh mahasiswa, muncul aksi penjarahan dan pembakaran yang memunculkan korban jiwa. Peristiwa demo DPR bahkan terjadi diberbagai kota, Malari 1974 yang hanya terjadi di Jakarta . Dalam peristiwa Malari 1974 Rumah Aspri Presiden Suharto Ali Moertopo dan Soejono Humardani nyaris di hancurkan oleh massa,tetapi berhasil di cegah oleh pasukan tentara, berbeda dengan aksi Agustus dan September 2025, massa berhasil menjarah rumah Anggota DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Dalam peristiwa Malari 1974 Jenderal Soemitro yang menjadi Wakil Panglima dan Pangkopkamtib, merupakan menangungjwab keamanan dan ketertiiban , jabatan yang sangat powerful di era Orde Baru, memilih untuk melepaskan jabatannya, meski Presiden Soeharto masih menginginkan untuk tetap menjabat.
Presiden Soeharto menilai Peristiwa Malari terjadi bukan hanya kesalahan Jenderal Soemitro, tetapi kesalahan semuanya termasuk Presiden, Presiden Soeharto sangat bijak tidak menginginkan muncul perpecahan dalam interal ABRI, setelah periswa malari 1974. Jenderal Soemitro berjiwa kesatria,memilih bertangungjawab atas kejadian peristiwa Malari 1974, Jenderal Soemitro tidak mau melempar kesalahan kepada anak buahnya.
Lihat Juga :