Mencontoh Jenderal Soemitro: Mundur dari Jabatan, Gagal Atasi Demo Malari 1974

Kamis, 11 September 2025 - 18:40 WIB
loading...
Mencontoh Jenderal Soemitro:...
Abdul Haris Fatgehipon, Guru Besar Damai & Resolusi Konflik Fakultas Ilmu Sosial & Hukum UNJ. Foto: Ist
A A A
Abdul Haris Fatgehipon
Guru Besar Damai & Resolusi Konflik
Fakultas Ilmu Sosial & Hukum UNJ

PERISTIWA Malapeka5 Januari 1974 atau lebih dikenal Malari 1974 adalah salah satu lembaran kelam dalam sejarah politik di Indonesia. Malari 1974 tidak hanya menjadi cerita masa lalu tetapi juga memberikan pembelajaran berharga bagi generasi saat ini.

Filsuf Romawi Marcus Tulius Cicero mengingatkan kita semua Histori vitae magistra, sejarah adalah guru terbaik dalam kehidupan dengan mempelajari sejarah kita lebih bijaksana dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Peristiwa Malari 1974

Berbagai pendapat muncul tentang menyebab peristiwa Malari 1974, ada yang berpendapat peristiwa Malari 1974 terjadi karena ketidak puasan mahasiswa terhadap masuknya berbagai produk industri Jepang ke Indonesia, tinggi utang luar negeri, dan prilaku korupsi para pejabat.
Sebagian kalangan berpendapat Peristiwa Malari 1974, merupakan aksi demonstrasi mahasiswa yang dimanfatkan oleh elit politik, untuk berebut posisi dalam lingkaran kekuasaan Presiden Soeharto

Mantan Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UI Hariman Siregar dalam wawancara dengan Tim Arsip UI tahun 2023, menyampaikan Peristiwa Malari 1974 adalah bentuk luapan kekecewaan mahasiswa, mahasiswa meminta pemerintah menghapuskan menindak berbagai praktek korupsi, penghapusan jabatan Asisten Pribadi Presiden Soeharto yang saat itu dijabat oleh Ali Moertopo, Soedjono Hoemardani, Soerjo Wirjohadipoetra, Tjokropranolo. Mahasiswa juga memprotes pembangunan Taman Mini ditengah ekonomi negara yang sulit.

Peristiwa Malari 1974 bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka yang akan berkunjung ke Indonesia tanggal 14-17 Januari 1974. Dema UI meminta pemerintah memfasilitasi dialog antara mahasiswa dan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka.

Permintaan dialog dengan mahasiswa disetujui oleh Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka, tetapi mahasiswa kemudian membatalkan rencana pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka dan memilih melakukan aksi jalanan.

Aksi jalanan mahasiswa sudah dingatkan oleh Wakil Panglima ABRI dan Pangkopkamtib Jenderal Soemitro, aksi demonstrasi jalanan sangat berbahaya, sebab Jakarta adalah kota yang memiliki kesenjangan sosial,ekonomi,pendidikan yang tinggi, demonstrasi mahasiswa yang digelar dijalan akan dimanfatkan oleh berbagai pihak untuk melakukan kerusuhan, penjarahan, pembakaran.

Prediksi Jenderal Soemitro ternyata benar, saat mahasiswa melakukan demo diluar kampus UI Salemba dimanfaatkan oleh massa gelap, mereka muncul diberbagai titik di Jakarta, melakukan pembakaran, penjarahan. massa yang ikut dalam demonstrasi umumnya anak anak, seusia pelajar SMP dan SMA. Pembakaran, penjarahan terjadi di kawasan Senen,Glodok, Blok M.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Massa Mahasiswa Gelar...
Massa Mahasiswa Gelar Demo di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Ditutup
Rekomendasi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Berita Terkini
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Infografis
6 Kolonel Pecah Bintang...
6 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Panglima TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved