BP2MI Gagalkan Pengiriman Calon TKI Ilegal ke Kamboja

Jum'at, 11 September 2020 - 20:36 WIB
loading...
BP2MI Gagalkan Pengiriman...
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, pihaknya menggagalkan usaha pengiriman 6 PMI secara ilegal ke Kamboja. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Pagebluk COVID-19 tidak menghentikan pelaku kejahatan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) untuk beraksi. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggagalkan usaha pengiriman 6 PMI secara ilegal ke Kamboja.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani menerangkan pihaknya menerima laporan dari seorang calon PMI perempuan pada Selasa (6/9/2020). Perempuan bernama Regita itu melapor melalui Crisis Center BP2MI.

"Calon PMI tersebut mengaku akan diberangkatkan ke Kamboja melalui Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Dia menjelaskan modus pemberangkatan ilegal," katanya, Jumat (11/9/2020). (Baca juga: BP2MI Bantu Kepulangan 52 PMI yang Terlantar di Arab Saudi )

Setelah mendapatkan laporan itu, Unit Pelayanan Teknis (UPT) BP2MI Medan melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat. Langkah itu sebagai upaya mencegah pemberangkatan calon PMI tersebut.

UPT BP2MI dan Kepolisian berhasil mengamankan 5 calon PMI. Mereka berasal dari Padang Sidempuan 3, Singkawang 2, dan Batu Ampar, Kalimantan Barat, 1 orang. Mereka pun menjalani proses pemeriksaan oleh Bareskrim Polri.

Benny mengungkapkan 6 calon PMI itu sekarang berada di Shelter UPT BP2MI Jakarta. Berdasarkan pengakuan calon PMI itu, mereka mendapatkan tawaran bekerja di Kamboja dengan gaji Rp4 juta dan uang makan US$250 per bulan. (Baca juga: Cerita TKI di Malaysia, 4 Bulan Duduk Manis Tanpa Penghasilan (bagian-1) )

Penyidik telah menyita semua dokumen, tiket, dan uang sebanyak USD60.000. Semua itu akan dijadikan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut. "Insya Allah satu hari ke depan, sesuai hasil koordinasi dengan Direktur Tipidum Bareskrim Polri, keenam calon PMI itu bisa dipulangkan ke daerah asalnya," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
Bareskrim Bongkar Penyelundupan...
Bareskrim Bongkar Penyelundupan 23 Ton Bawang Ilegal, Pengamat: Selaras Asta Cita Presiden
Bareskrim Polri Sita...
Bareskrim Polri Sita 23 Ton Bawang dan Cabai Impor Ilegal di Pontianak
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Bea Cukai Gagalkan Pengiriman...
Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Senilai Rp2 Miliar di Tabanan, Bali
Polisi Gagalkan Penyelundupan...
Polisi Gagalkan Penyelundupan Bahan Kimia Merkuri, 2 Orang Ditangkap
Rekomendasi
Segera Dibuka, Begini...
Segera Dibuka, Begini Ketentuan dan Jadwal Jalur Domisili di SPMB Jakarta 2026
Team RS–Telkomsel...
Team RS–Telkomsel 5G Juarai Grup R pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
Berita Terkini
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved