Optimalisasi Gas Suar

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:06 WIB
loading...
Optimalisasi Gas Suar
Eddy Suprapto, Presidium Masyarakat Profesional untuk Demokrasi (MPD), Foto/Dok. SindoNews
A A A
Eddy Suprapto
Presidium Masyarakat Profesional untuk Demokrasi (MPD)

INDONESIA dengan jumlah penduduk ke tiga terbesar di dunia, sesungguhnya bukan negara kaya dengan sumber migas. Cadangan yang dimilikinya hanya 3.3 giga barel minyak, atau setara dengan 0,2% cadangan minyak dunia. Bandingkan dengan Venezuela yang memiliki 300,9 giga barel cadangan minyak menempati posisi teratas cadangan minyak dunia.

Di sisi lain Indonesia merupakan negara yang efisien dalam pemanfaatan migas. Salah satunya terlihat pada pengelolaan Gas flare, atau gas suar. Bank Dunia menyebut, jumlah gas suar yang belum dimanfaatkan mencapai sekitar 1,7 miliar meter kubik gas per tahun, atau 162 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Jika gas suar dioptimalkan mampu menyalakan listrik bagi setengah juta rumah tangga.

Pemerintah masih bertatih tatih dalam meningkatkan produksi minyak pada tahun 2025. Target produksi 650 barel per hari sangat berat untuk dicapai. Padahal kebutuhan konsumsi minyak nasional 1.6 juta barel per hari. Hingga hari ini impor migas Indonesia mencapai 1 juta baret per hari. Dengan kondisi seperti ini perlu upaya pemanfatan teknologi untuk meningkatan produksi migas salah satunya optimalisasi gas flare atau gas suar.

Gas suar dapat diubah menjadi produk bernilai tambah seperti Liquefied Petroleum Gas (LPG), Dimethyl Ether (DME) adalah senyawa kimia yang berpotensi menjadi alternatif pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan energi. Dari gas suar ini bisa digunakan untuk pembangkit listrik, menciptakan peluang bisnis baru dan lapangan kerja.

Selama ini gas suar belum optimal dimanfaatkan secara maksimal, padahal memiliki potensi besar, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Hanya saja memerlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengatasi tantangan yang ada. Dengan penerapan teknologi yang tepat dan model bisnis yang sesuai, pemanfaatan gas suar.

Data dari Bank Dunia Global Gas Flaring Reduction menunjukkan bahwa Indonesia masih membakar sekitar 1,7 miliar meter kubik gas per tahun. Jumlah tersebut setara 162 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Jika gas ini dijual dengan harga konservatif enam dolar AS per juta British Thermal Unit (BTU), nilainya bisa mencapai US$ 360 juta. Belum lagi jika dikalkulasikan dengan kredit karbon dari penghindaran emisi sekitar sembilan juta ton CO2 memiliki potensi nilai tambahnya melonjak puluhan juta dolar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PGTC 2026 Perkenalkan...
PGTC 2026 Perkenalkan Bisnis Hilir Energi kepada Mahasiswa
Mahasiswa UGM Pelajari...
Mahasiswa UGM Pelajari Bisnis Hilir Migas di Pertamina Patra Niaga
Menimbang Kemampuan...
Menimbang Kemampuan BUMD Mengelola Cadangan Migas di Blok Ganal
Rekomendasi
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved