Menelisik Arah Ekonomi Indonesia Pasca Trump 2.0

Senin, 21 Juli 2025 - 15:04 WIB
loading...
Menelisik Arah Ekonomi...
Candra Fajri Ananda, Wakil Ketua Badan Supervisi OJK. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Candra Fajri Ananda
Wakil Ketua Badan Supervisi OJK

KEBIJAKAN perdagangan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump pada tahun 2025 menunjukkan kecenderungan proteksionisme yang semakin menguat. Melalui pendekatan "America First Trade Policy", pemerintah AS menetapkan tarif tinggi terhadap berbagai produk impor dari negara mitra utama seperti Uni Eropa, Meksiko, dan Kanada, dengan kisaran tarif mencapai 15% hingga 20%.

Bahkan, produk strategis seperti baja dan aluminium dikenai tarif hingga 50%, sementara kendaraan bermotor dikenakan tarif sebesar 25%. Meskipun kebijakan ini berhasil meningkatkan penerimaan negara dari bea masuk sebesar USD 64 miliar pada kuartal kedua tahun 2025, dampak negatifnya mulai dirasakan melalui peningkatan tekanan inflasi dan gangguan pada rantai pasok domestik.

Indonesia, sebagai salah satu mitra dagang utama Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara, turut merasakan dampak dari kebijakan proteksionis tersebut. Pemerintah AS sempat mengancam akan menerapkan tarif sebesar 32% terhadap sejumlah produk ekspor asal Indonesia, meskipun kemudian angka tersebut direvisi menjadi 19%.

Pada 2024, Indonesia berhasil mencatatkan surplus perdagangan barang dengan AS sebesar USD 17,9 miliar, dari total nilai perdagangan yang mencapai USD 38,3 miliar. Fakta ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki posisi strategis dalam hubungan perdagangan global, ketergantungan pada satu mitra utama menjadikan posisinya rentan terhadap fluktuasi kebijakan eksternal.

Oleh karena itu, diperlukan langkah kebijakan yang responsif dan terarah untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan perdagangan nasional. Sebagai upaya mengurangi ketergantungan dan memperkuat posisi ekonomi Indonesia di kancah internasional, kemitraan dengan BRICS menjadi alternatif strategis.

Pada 2024, ekspor nonmigas Indonesia ke negara-negara anggota BRICS mencapai USD 84,4 miliar, setara dengan 34% dari total ekspor nonmigas nasional. BRICS, secara kolektif, menyumbang lebih dari 41% PDB global berdasarkan PPP dan memiliki output ekonomi sebesar USD 30,2 triliun.

Oleh sebab itu, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya dalam blok tersebut melalui penguatan kerja sama dagang, pembangunan konektivitas logistik, dan penciptaan iklim investasi yang kompetitif. Inisiatif strategis seperti pembentukan skema koridor tarif nol bersama ASEAN, OKI, D-8, BRICS, Afrika, dan Uni Eropa penting untuk memperluas pasar ekspor secara adil dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan membentuk tata ekonomi global yang lebih inklusif dan berpihak pada kepentingan jangka panjang Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Rekomendasi
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Berita Terkini
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved