Menggaungkan Mazhab Ciputat ke Ruang Publik

Sabtu, 10 Mei 2025 - 23:07 WIB
loading...
Menggaungkan Mazhab...
Cendekiawan Fachry Ali saat menjadi storryteller Mazhab Ciputat. Fachry Ali menyingkap sejarah panjang sebuah arus pemikiran yang akrab disebut Mazhab Ciputat. Foto/Istimewa
A A A
CIPUTAT - RATUSAN kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) Cabang Ciputat berkumpul di Auditorium Wisma Syahida, Kampus II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu (10/5/2025). Mereka hadir dalam rangkaian acara Halalbihalal Korps Alumni HMI (KAHMI)-HMI Cabang Ciputat 2025.

Suasana auditorium terasa hangat dan akrab. Di antara kerumunan, tampak tokoh-tokoh penting hadir, mulai dari Ketua Muda Agama Mahkamah Agung RI Yasardin, mantan Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, hingga Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzili. Hadir juga cendekiawan Fachry Ali serta sejumlah guru besar dan pejabat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam orasi saat menjadi storryteller "Mazhab Ciputat", Fachry Ali mulai menyingkap sejarah panjang sebuah arus pemikiran yang akrab disebut Mazhab Ciputat.

Baca Juga: Hikmah Agama Menurut Nurcholish Madjid

"Mazhab Ciputat itu sebenarnya sesuatu yang berhubungan dengan gagasan-gagasan Cak Nur," katanya, merujuk pada Nurcholish Madjid (Cak Nur), tokoh pembaruan Islam Indonesia yang begitu lekat dengan HMI dan Ciputat.

Menurut Fachry, tanpa pemikiran Cak Nur, HMI Ciputat tidak akan pernah dikenal seperti sekarang. "Ada gagasan pembaruan yang menyentak. Gagasan itu menohok sistem pemikiran lama yang selama ini kita kenal, pegang, dan bahkan kita imani," ujarnya.

Di tengah suasana hangat itu, Fachry mengungkapkan bahwa sudah ada rencana untuk memperkenalkan Mazhab Ciputat ke ruang publik lebih luas. Saat itu ia menggagasnya bersama Ihsan Ali Fauzi, Bahtiar Effendy. Bahkan, sudah ada proposal simposium tentang Mazhab Ciputat.

Menurutnya, ciri pemikiran islam Mazhab Ciputat ialah kebenaran tidak terkontemplasi pada satu tempat. Kebenaran juga bisa dimiliki oleh mereka di wilayah-wilayah yang tidak dianggap suci. Ketiga, ada keinginan untuk mengoreksi terus-menerus. "Jadi Mazhab Ciputat itu sesuatu pemikiran yang ingin melanjutkan gagasan Cak Nur," ujarnya.

Untuk itu, Fachry Ali mengatakan halalbihalal kali ini perlu lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Perlu menjadi ruang kontemplasi, tempat para alumni dan kader HMI Ciputat kembali merenungi akar tradisi berpikir kritis yang selama ini diwarisi.

Selain Fachry Ali, intelektual muda HMI dan Head of MA Program Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Zezen Zaenal Mutaqin turut menjadi storryteller Mazhab Ciputat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
KAHMI Khawatir Laporan...
KAHMI Khawatir Laporan terhadap JK Ditunggangi Kepentingan Politik
KAHMI Berharap Polemik...
KAHMI Berharap Polemik Ceramah JK Tak Diperpanjang: Apa Lagi yang Mau Dipersoalkan?
Plang Barang Milik Negara...
Plang Barang Milik Negara Dicopot, UIN Jakarta Siap Tempuh Jalur Hukum
Tegaskan Perang Iran...
Tegaskan Perang Iran Vs AS-Israel Bukan Masalah Mahzab, Dubes Iran Ajak Umat Islam Bersatu
HMI Sumut: Penyiraman...
HMI Sumut: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Upaya Intimidasi terhadap Kerja Advokasi Masyarakat Sipil
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
Rekomendasi
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved