Menggaungkan Mazhab Ciputat ke Ruang Publik
Sabtu, 10 Mei 2025 - 23:07 WIB
loading...
A
A
A
Zezen juga menyinggung pentingnya menjaga jarak ideal antara kampus dan kekuasaan. "Tidak boleh terlalu jauh karena bisa teralienasi, tetapi juga tidak boleh terlalu dekat karena akan kehilangan daya kritis dan kebebasannya," bebernya.
Dalam konteks HMI, Zezen menekankan bahwa independensi etis dan organisatoris adalah fondasi yang harus terus dijaga. Zezen pun mengajak seluruh kader untuk tidak melupakan prinsip-prinsip itu dalam berorganisasi maupun dalam membangun masa depan bangsa melalui dunia pendidikan.
Menjelang menutup orasinya, Zezen menyampaikan pesan penting kepada para alumni HMI untuk memperjuangkan kembalinya fungsi otonomi kampus di Indonesia.
"Selama masih ada ketakutan untuk mengkritik karena takut dicopot sebagai rektor, kehilangan jabatan PNS, atau tidak dapat posisi penting, maka kita tidak akan pernah punya masa depan yang cerah,” ujarnya.
Zezen menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan hanya ketika kampus bebas dan otonom, ilmu pengetahuan dapat berkembang dan memberi kontribusi besar pada peradaban.
"Jika kita ingin sejarah itu kembali berulang dalam bentuk yang lebih baik di Indonesia, maka kembalikanlah otonomi kampus. Itulah kunci kemajuan peradaban," tandas Zezen.
Hadir pula dalam acara ini Hakim Yustisial Mahkamah Agung RI Ilman Hasji Komisioner KPU Kota Bekasi Eli Ratnasari, Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia dan Komisaris PT. Freeport Indonesia Abdurrahman Mohammad Fachir, dan Ketua Yayasan Pengembangan Mahasiswa Insan Cita (YAPMIC) sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Abuddin Nata.
Halalbihalal KAHMI-HMI Cabang Ciputat 2025 didukung oleh Yayasan Pengembangan Mahasiswa Insan Cita (YAPMIC), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan PT Aisykar Nusa Autentik Media (Aisykar Indonesia). Terdapat empat media partner kegiatan halalbihalal ini, termasuk SindoNews, Okezone, dan iNews.id.
Dalam konteks HMI, Zezen menekankan bahwa independensi etis dan organisatoris adalah fondasi yang harus terus dijaga. Zezen pun mengajak seluruh kader untuk tidak melupakan prinsip-prinsip itu dalam berorganisasi maupun dalam membangun masa depan bangsa melalui dunia pendidikan.
Menjelang menutup orasinya, Zezen menyampaikan pesan penting kepada para alumni HMI untuk memperjuangkan kembalinya fungsi otonomi kampus di Indonesia.
"Selama masih ada ketakutan untuk mengkritik karena takut dicopot sebagai rektor, kehilangan jabatan PNS, atau tidak dapat posisi penting, maka kita tidak akan pernah punya masa depan yang cerah,” ujarnya.
Zezen menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan hanya ketika kampus bebas dan otonom, ilmu pengetahuan dapat berkembang dan memberi kontribusi besar pada peradaban.
"Jika kita ingin sejarah itu kembali berulang dalam bentuk yang lebih baik di Indonesia, maka kembalikanlah otonomi kampus. Itulah kunci kemajuan peradaban," tandas Zezen.
Hadir pula dalam acara ini Hakim Yustisial Mahkamah Agung RI Ilman Hasji Komisioner KPU Kota Bekasi Eli Ratnasari, Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia dan Komisaris PT. Freeport Indonesia Abdurrahman Mohammad Fachir, dan Ketua Yayasan Pengembangan Mahasiswa Insan Cita (YAPMIC) sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Abuddin Nata.
Halalbihalal KAHMI-HMI Cabang Ciputat 2025 didukung oleh Yayasan Pengembangan Mahasiswa Insan Cita (YAPMIC), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan PT Aisykar Nusa Autentik Media (Aisykar Indonesia). Terdapat empat media partner kegiatan halalbihalal ini, termasuk SindoNews, Okezone, dan iNews.id.
(zik)
Lihat Juga :