Kebijakan Populis Vs Kebijakan Rasional

Senin, 05 Mei 2025 - 14:33 WIB
loading...
A A A
Apabila rencana tersebut didukung oleh orang tua maka pertanyaannya adalah apakah orang tua mau melepaskan tugas dan tanggungjawab terhadap pembinaan anak-anaknya sendiri? Atau orang tua sudah tidak memiliki pola pengasuhan yang tepat untuk anaknya sehingga akhirnya menyerahkan kepada pihak lain? Ini secara langsung mengindikasikan bahwa orang tua menghindari tuduhan sebagai orang tua yang memiliki hak dan kewajiban.

Kedua, kebijakan publik harus mudah diukur untuk mengetahui sejauh mana terjadi progres kemajuan dapat dicapai. Ini berimplikasi bahwa kebijakan seyogianya disesuaikan dan diadaptasi terhadap dinamika sosial, ekonomi dan politik atau secara sederhana diartikan sebagai harus rasional. Implikasi dari hal ini bahwa harus ada kejelasan indikator keberhasilan dari sebuah kebijakan. Misalnya, apabila ada rencana untuk mengirimkan “murid-murid nakal” ke barak tentara selama beberapa bulan, apakah sudah ada indikator yang jelas dan terukur terkait apa target bulan pertama dan setertusnya? Juga harus jelas indikator apabila yang terjadi justru si murid semakin stress ketika mengalami gemblengan di barak.

Menghindari Kekeliruan
Sebuah kekeliruan apabila kebijakan tertentu hanya dibuat untuk tujuan popularitas atau kebijakan populis dan dibuat untuk kepentingan kelompok tertentu. Bill Jenkins yang dikutip Michael Hill (1993:34) dalam The Policy Process mengatakan bahwa kebijakan merupakan keputusan berdasarkan hubungan kegiatan yang dilakukan oleh aktor politik guna menentukan tujuan dan mendapat hasil berdasarkan pertimbangan situasi tertentu.

Kebijakan harus dapat menghindarkan penyalahgunaan kewenangan yang dimiliki oleh pihak tertentu. Artinyam ketika kebijakan yang akan dibuat sudah memiliki regulasi atau payung hukum di atasnya maka sebaiknya merujuk pada regulasi yang sudah ada. Ini sekaligus untuk menghindari kesan adanya ketidakpercayaan terhadap peraturan pemerintah pusat atau ketidakpercayaan terhadap lembaga-lembaga yang memang mempunyai tugas dan fungsi terkait.

Kebijakan yang dibuat seyogianya dapat memastikan keadilan dan kebermanfaatan bagi berbagai pihak. Kelalaian terhadap pertimbangan rasional tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpuasan pihak tertentu sebagai sasaran kebijakan. Tampaknya tidak cukup bijak apabila indikator keberhasilan sebuah kebijakan dilihat dari praktik baik hanya pada daerah-daerah tertentu saja.

Kebijakan seyogianya memperhatikan norma sifat umum sebuah kebijakan. Pertama, kompleksitas yaitu dimana kebijakan itu terkait dengan banyak aspek, berwawasan luas, dan mengaitkan banyak pihak. Kedua, dinamis yaitu bahwa kebijakan tidak bisa stagnan atau statis yang berarti memiliki peluang untuk dipengaruhi baik dari faktor exogenous atau dari luar dan faktor internal, serta konsekuensi kebijakan sebelumnya. Ketiga, kebijakan sebagai sebuah keputusan ditetapkan melalui proses pemilihan yang terbaik di antara berbagai alternatif; dan berimplikasi adanya aksi kebijakan atau rencana aksi sebagai tindaklanjut dalam tataran implementasi.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendorong Kebijakan...
Mendorong Kebijakan Energi Berkelanjutan Demi Lingkungan dan Kesejahteraan
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
Jabat Ketum DPP Pemuda...
Jabat Ketum DPP Pemuda Lira, Sultoni: Dukung Kebijakan Prorakyat, tapi Tetap Kritis
Kebijakan Berdasarkan...
Kebijakan Berdasarkan Kebutuhan (Siapa)?
Kebijakan Jangan Menimbulkan...
Kebijakan Jangan Menimbulkan Kegaduhan
Kebijakan Tidak Tepat...
Kebijakan Tidak Tepat Implementasi
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Wakapolda Papua Barat:...
Wakapolda Papua Barat: Tata Kelola Kebijakan Sebaiknya Berbasis Risiko
Rekomendasi
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Nico Williams Hadiahkan...
Nico Williams Hadiahkan Medali Emas Piala Dunia 2026 untuk Sang Ibunda
Berita Terkini
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved