Diduga Tutup-tutupi Kasus Penembakan Gamma, Kombes Irwan Tak Layak Jadi Kapolrestabes Semarang
Jum'at, 06 Desember 2024 - 13:02 WIB
loading...
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar hanya melindungi anggotanya yakni Aipda Robig yang terlibat kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang Gamma Rizkynata Oktafandy. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Praktisi Hukum Saor Siagian menyebut kepolisian sangat arogan karena diduga menutup-nutupi kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO). Menurut dia, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar hanya melindungi anggotanya yakni Aipda Robig.
"Sangat kuat, sangat arogan. Karena bayangkan kalau kita ikuti jelas apa yang dijelaskan Kapolrestabes berbeda dengan Propam," ujar Saor kepada iNews Media Group, Jumat (6/12/2024).
Baca juga: Kapolrestabes Semarang dan Kabid Propam Polda Jateng Beda Kronologi Penembakan Gamma, Mana yang Benar?
Dia menilai Kombes Irwan tidak kayak menjadi Kapolrestabes Semarang. "Yang kita sangat miris Kapolrestabes bukan saja merasa iri ada saudaranya yang harus dilayani dilindungi dia melibatkan koordinator wartawan supaya kematian ini bisa tertutup. Karena itu, menurut saya Kombes Irwan nggak layak jadi pemimpin," tegasnya.
Menurut Saor, seorang Kapolrestabes seharusnya berempati terhadap keluarga korban penembakan, bukan meminta mengikhlaskan atau menutup-nutupi kasus tersebut.
"Tetapi yang kita lihat sekarang ini bahkan dia melibatkan wartawan supaya ketika sudah meninggal diikhlaskan ternyata mau menutup-nutupi yang semestinya harus dilindungi yang harusnya dilayani ini menurut saya adalah arogan yang sangat luar biasa," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar siap dihukum terkait kasus Aipda Robig yang diduga menembak Gamma yang juga anggota Paskibra.
"Sangat kuat, sangat arogan. Karena bayangkan kalau kita ikuti jelas apa yang dijelaskan Kapolrestabes berbeda dengan Propam," ujar Saor kepada iNews Media Group, Jumat (6/12/2024).
Baca juga: Kapolrestabes Semarang dan Kabid Propam Polda Jateng Beda Kronologi Penembakan Gamma, Mana yang Benar?
Dia menilai Kombes Irwan tidak kayak menjadi Kapolrestabes Semarang. "Yang kita sangat miris Kapolrestabes bukan saja merasa iri ada saudaranya yang harus dilayani dilindungi dia melibatkan koordinator wartawan supaya kematian ini bisa tertutup. Karena itu, menurut saya Kombes Irwan nggak layak jadi pemimpin," tegasnya.
Menurut Saor, seorang Kapolrestabes seharusnya berempati terhadap keluarga korban penembakan, bukan meminta mengikhlaskan atau menutup-nutupi kasus tersebut.
"Tetapi yang kita lihat sekarang ini bahkan dia melibatkan wartawan supaya ketika sudah meninggal diikhlaskan ternyata mau menutup-nutupi yang semestinya harus dilindungi yang harusnya dilayani ini menurut saya adalah arogan yang sangat luar biasa," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar siap dihukum terkait kasus Aipda Robig yang diduga menembak Gamma yang juga anggota Paskibra.
Lihat Juga :