Pembangunan Daerah, Investasi Datanglah

Senin, 11 November 2024 - 07:05 WIB
loading...
Pembangunan Daerah,...
Candra Fajri Ananda, Staf Khusus Menteri Keuangan RI. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menkeu RI

PEMBANGUNAN daerah di Indonesia masih menunjukkan ketimpangan antarwilayah meski desentralisasi fiskal terus diupayakan. Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan (2023), alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terus meningkat, dengan total mencapai sekitar Rp800 triliun pada 2024.

Meski demikian, peningkatan anggaran ini belum menunjukkan hasil yang maksimal terutama dalam hal meratakan pembangunan. Terutama di kawasan Indonesia bagian timur yang tertinggal dalam infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan dibandingkan dengan kawasan barat, seperti Jawa dan Sumatra.

Ketimpangan ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup masyarakat di daerah tertinggal. Namun juga menurunkan daya saing daerah secara keseluruhan dalam ekonomi nasional dan global.

Ketimpangan ini semakin terasa karena sektor ekonomi yang mendominasi setiap daerah berbeda. Misalnya, daerah-daerah yang kaya Sumber Daya Alam (SDA) seperti Papua, Kalimantan, dan Sumatra mengandalkan pertambangan dan perkebunan sebagai sektor utama ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, sektor pertambangan menyumbang lebih dari 40% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kalimantan Timur. Di sisi lain, daerah dengan ekonomi berbasis jasa dan industri manufaktur seperti Jawa cenderung lebih maju secara infrastruktur dan layanan publik. Hal ini menyebabkan daerah-daerah dengan SDA tinggi menghasilkan penerimaan pajak daerah yang besar, namun kurang merata dalam distribusi ke daerah lain yang lebih miskin SDA.

Desentralisasi fiskal melalui sistem bagi hasil pajak diharapkan dapat memperkecil ketimpangan ini, tetapi realitasnya belum sejalan dengan harapan. Menurut Kementerian Dalam Negeri (2023), distribusi dana bagi hasil pajak cenderung lebih menguntungkan daerah kaya SDA, karena lebih banyak sektor yang menyumbang penerimaan negara berasal dari wilayah tersebut.

Akibatnya, daerah-daerah miskin SDA yang bergantung pada sektor primer dan subsisten menerima dana yang lebih kecil. Kondisi ini membuat tantangan tersendiri dalam mencapai pemerataan kesejahteraan, terutama bagi daerah-daerah yang masih bergantung pada sektor pertanian atau perikanan.

Tantangan Ketimpangan dalam Pembangunan Daerah
Salah satu dampak nyata dari ketimpangan pembangunan adalah ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi antardaerah. BPS (2024) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa mencapai rata-rata 5,2% per tahun, sementara beberapa provinsi di Indonesia timur hanya tumbuh sekitar 3-4%.

Pasalnya, ketimpangan ini tidak hanya memperlebar jurang ekonomi antar wilayah, tetapi juga mempertegas perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang kerja yang seharusnya didapatkan secara merata oleh masyarakat Indonesia. Ketimpangan ini mempersulit mobilitas sosial bagi masyarakat daerah tertinggal, yang pada akhirnya menambah kesenjangan kesejahteraan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Berita Terkini
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik BGN Andri Mulyono Jadi Tersangka
Infografis
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved