Produktivitas UMKM, Kunci

Senin, 04 November 2024 - 06:54 WIB
loading...
Produktivitas UMKM,...
Candra Fajri Ananda, Staf Khusus Menteri Keuangan. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menteri Keuangan

USAHA Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, UMKM di Indonesia mencapai sekitar 64,2 juta unit usaha, atau sekitar 99% dari total unit usaha di tanah air.

Tak hanya berkontribusi besar dalam jumlah unit, UMKM juga menjadi sumber lapangan kerja utama, dengan total pekerja yang terlibat mencapai lebih dari 120 juta orang atau sekitar 97% dari total tenaga kerja nasional.

Akan tetapi, meski kontribusi mereka terhadap penyerapan tenaga kerja tinggi, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) baru mencapai sekitar 61% dari total PDB. Hal ini menunjukkan besarnya potensi yang dimiliki UMKM namun belum sepenuhnya terealisasi dalam kontribusi ekonomi secara nasional.

Ironisnya, meski mendominasi jumlah unit usaha, UMKM di Indonesia menghadapi kendala signifikan dalam upaya “naik kelas.” Menurut data dari Bank Indonesia tahun 2024, hanya sekitar 20% UMKM yang berhasil mengembangkan usahanya menjadi skala yang lebih besar dalam kurun lima tahun terakhir.

Tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan akses pembiayaan, minimnya kemampuan manajemen, dan kurangnya penetrasi ke pasar ekspor, menjadikan UMKM sering kali stagnan dan tetap berada di kelas mikro atau kecil.

Situasi ini menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia belum mampu menjadi pemain utama dalam industri nasional maupun global, meski pemerintah telah menerapkan sejumlah program pengembangan.

Di sisi lain, Vietnam menjadi salah satu contoh negara Asia Tenggara yang berhasil mengembangkan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok global. Dalam sepuluh tahun terakhir, menurut laporan dari Asian Development Bank (ADB) 2024, pertumbuhan UMKM di Vietnam secara konsisten mencapai lebih dari 6% per tahun.

Pemerintah Vietnam berhasil mengecilkan ketimpangan antar daerah dengan strategi peningkatan infrastruktur, pemberian subsidi kredit, dan dorongan kuat terhadap adopsi teknologi digital di kalangan UMKM.

Selain itu, Vietnam juga menerapkan kebijakan klasterisasi UMKM yang memungkinkan produk-produk mereka terintegrasi dalam rantai pasok global, terutama di sektor elektronik, tekstil, dan otomotif.

Vietnam telah menempatkan UMKM dalam posisi strategis melalui pengembangan klaster UMKM yang berfokus pada ekspor dan industri global.

Sementara itu, Indonesia pun memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), namun efektivitasnya dalam mendorong UMKM sebagai bagian dari rantai pasok global masih rendah. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2024, hanya sekitar 10% dari UMKM di KEK yang terhubung dalam rantai pasok internasional.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya integrasi yang kuat antara UMKM lokal dan perusahaan multinasional yang berada di kawasan tersebut. Selain itu, dukungan teknologi dan akses pasar internasional yang terbatas menjadi kendala yang signifikan bagi UMKM di dalam KEK.

Serba-Serbi Rendahnya Produktivitas UMKM Indonesia

Paul Krugman, seorang ekonom, menyebutkan bahwa produktivitas adalah kunci utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Begitu juga bagi UMKM, tanpa peningkatan produktivitas, UMKM tidak akan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pasalnya, berdasarkan data dari Bank Dunia (World Bank) 2024, sekitar 70% tenaga kerja di sektor UMKM di Indonesia belum memiliki keterampilan formal yang memadai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Pidato Ekonomi Presiden:...
Pidato Ekonomi Presiden: Antara Optimisme dan Realitas Pertumbuhan
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Pendampingan PNM Mekaar...
Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Rekomendasi
Timnas Indonesia Sikat...
Timnas Indonesia Sikat Oman 2-0 di Babak Pertama FIFA Matchday
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Outstanding Pinjaman...
Outstanding Pinjaman Fintech Lending ke UMKM Capai Rp13,2 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved