Menag Harap 1 Ramadan dan Idulfitri 2025 Sama dengan Muhammadiyah
Jum'at, 28 Februari 2025 - 17:44 WIB
loading...
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap penetapan satu Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah/2025 antara pemerintah pusat dengan Muhammadiyah akan sama. Foto/Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap penetapan satu Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah/2025 antara pemerintah pusat dengan Muhammadiyah akan sama. Diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan pada Sabtu (1/3/2025) dan Idulfitri pada Senin (31/3/2025).
Namun, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) tetap melakukan sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1446 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta pada Jumat (28/2/2025) sore. “Mohon doanya supaya kita bisa puasa di awal satu Ramadannya dan kemungkinan besar itu bisa sama karena (hilal) kita berada dalam posisi 2,5 derajat sampai 4 derajat apalagi Aceh sudah 4 derajat,” ujar Nasaruddin saat jumpa pers di Pintu VIP Al-Malik Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
“Dan insyaallah satu Idulfitrinya diharapkan sama juga pada waktu diperkirakan masih minus derajatnya, sehingga dari teman teman Muhammadiyah dan NU bisa sepakat di situ," sambungnya.
Baca juga: Potensi Beda Awal Ramadan, Menag: Kalau Sudah Menyaksikan Bulan Kenapa Ditunda
Namun, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) tetap melakukan sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1446 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta pada Jumat (28/2/2025) sore. “Mohon doanya supaya kita bisa puasa di awal satu Ramadannya dan kemungkinan besar itu bisa sama karena (hilal) kita berada dalam posisi 2,5 derajat sampai 4 derajat apalagi Aceh sudah 4 derajat,” ujar Nasaruddin saat jumpa pers di Pintu VIP Al-Malik Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
“Dan insyaallah satu Idulfitrinya diharapkan sama juga pada waktu diperkirakan masih minus derajatnya, sehingga dari teman teman Muhammadiyah dan NU bisa sepakat di situ," sambungnya.
Baca juga: Potensi Beda Awal Ramadan, Menag: Kalau Sudah Menyaksikan Bulan Kenapa Ditunda
Lihat Juga :