Turki Tegas Tolak Bangkitkan Khilafah Islam, AKP: Propaganda Itu Sabotase Politik

Minggu, 30 Agustus 2020 - 07:00 WIB
loading...
Turki Tegas Tolak Bangkitkan...
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
TURKI - Film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN) yang ramai dibincangkan publik mengetengahkan khilafah dan mengaitkannya dengan Turki Utsmani. Sementara, di Turki diskursus khilafah sebagai propaganda adalah narasi yang minor. (Baca Juga : Faisal Basri Sebut Komandan Ekonomi Jokowi Tak Paham Resesi, Nyindir Siapa? )

Pada Juli lalu, misalnya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin Erdogan menolak Turki kembali membangkitkan khilafah Islamiyah. (Baca juga: M Natsir, Bapak Aktivis Dakwah Indonesia yang Menolak Sistem Politik Turki Utsmani)

Setelah Pemerintah Turki mengonversi Hagia Sophia menjadi masjid, muncul majalah Gerçek Hayat yang menghubungkan kebangkitan khilafah Islamiyah. Perdebatan soal itu ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.

Menanggapi kontroversi tersebut, Juru Bicara AKP Omer Celik membuat rilis di Twitter-nya bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekular berdasarkan konstitusi. (Baca juga: Peter Carey: Tak Ada Hubungan Kesultanan Islam di Jawa dengan Turki Utsmani)

"Republik Turki adalah negara yang akan tetap menjunjung demokrasi dan sekularisme berdasarkan konstitusi," kata dia dalam cuitannya.

Dia memperjelas bahwa konversi Hagia Sophia menjadi masjid tidak ada kaitannya dengan kebangkitan khilafah Islamiyah. (Baca juga: Musthafa Kemal, Akhir Utsmani, dan Ratapan Para Penyair)

"Debat dan polarisasi tidak sehat yang muncul di media sosial kemarin (khilafah) tentang sistem politik kita tidak ada dalam agenda Turki. Adalah salah untuk memicu polarisasi tentang sistem politik di Turki," tulis Omer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Isu Bupati Majene Anggota...
Isu Bupati Majene Anggota HTI, Gus Yaqut: Rakyat Harus Menolaknya
Menag: HTI Bubar, Sistem...
Menag: HTI Bubar, Sistem Khilafah Otomatis Tertolak di Indonesia
Keren! Pembagian Pasukan...
Keren! Pembagian Pasukan Militer Pangeran Diponegoro Mencontoh Kerajaan Turki Ustmani
5 Alasan Turki Satu-satunya...
5 Alasan Turki Satu-satunya Negara Asia yang Menjadi Anggota NATO
Kisah Syekh Subakir,...
Kisah Syekh Subakir, Ulama Persia Penakluk Penguasa Jawa Ki Semar Sabdo Palon
Rekomendasi
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Berita Terkini
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved