Kapal BHO untuk Perkuat Pertahanan Laut

Selasa, 15 Oktober 2024 - 05:07 WIB
loading...
A A A
Secara sederhana, Poros Maritim dimaksudnya sebagai konsep geopolitik yang menekankan pentingnya laut sebagai sumber daya strategis bagi Indonesia. Sedangkan Tol Laut digambarkan sebagai konsep pengangkutan logistik kelautan di Indonesia, dengan arah mewujudkan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok dengan biaya murah, hingga harga barang-barang menjadi turun.

Karena itu Pushidrosal terus berbenah untuk menjadi lembaga hidrografi profesional kebanggaan bangsa Indonesia. Visi ini memerlukan data hidrografi dan oseanografi yang akurat. Oleh karena itu Pushidrosal terus berbenah untuk menjadi lembaga hidrografi profesional kebanggaan bangsa Indonesia.

baca juga: Wakasal Sebut 41 Kapal Perang TNI AL Bakal Dimodernisasi

Sejumlah referensi menyebut Pushidrosal yang bermarkas di Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur, Jakarta Utara merupakan Kotama Pembinaan TNI AL yang berada di bawah KSAL. Pasca-validasi organisasi TNI AL berdasarkan Perpres Nomor 62 Tahun 2016 tentang perubahan atas Perpres Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan OrganisasiTNI, Pushidrosal memiliki peran sentral dalam menyelenggarakan pembinaan hidro-oseanografi yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut, keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun umum, serta menyiapkan data dan informasi wilayah pertahanan di laut.

Bagi TNI, khususnya TNI AL, peran Pushidrosal sangat strategis untuk menghadapi peperangan modern. Seperti diberitakan www.pushidrosal.id, KSAL Laksamana TNI Dr Muhammad Ali saat memimpin upacara 17-an bulan Mei 2024, di Pushidrosal, yang dibacakan Aslog Danpushidrosal Kolonel Laut (T) Sidyk Wahono menyatakan, tantangan dan risiko tugas TNI AL ke depan akan semakin meningkat.

Dinamika perkembangan lingkungan strategis, baik global, regional, maupun nasional yang sangat cepat dan kompleks, serta perkembangan teknologi menuntut fleksibilitas, kemampuan adaptasi dan ketangguhan luar biasa dari TNI AL untuk mampu bernavigasi pada kondisi yang penuh tantangan. Bernavigasi pada kondisi penuh tantangan ini mensyaratkan peran Pushidrosal.

Sementara itu, Kristiyono Kristiyono dkk dalam ‘Peran Nyata Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut dalam Penanggulangan Bencana’’ yang dimuat dalam jurna idu.ac.id/ memaparkan, Pushidrosal bertugas untuk melaksanakan pembinaan hidro-oseanografi dalam rangka mendukung kepentingan TNI maupun kepentingan sipil, serta menyiapkan data dan informasi wilayah pertahanan di laut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut.

Dipaparkan, Undang-Undang No 34 tahun 2004 tentang TNI menyebutkan bahwa tugas pokok operasi militer selain perang di antaranya adalah membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan, membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). Selaras dengan tugas yang diberikan konstitusi kepada TNI, maka Pushidrosal juga mengemban fungsi untuk penanggulangan bencana, baik bencana alam, bencana non alam, dan membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue).

Musibah KRI Nanggala-402 Jangan Terulang

Hari Rabu, 21 April 2021 menjadi hari berkabung bagi TNI AL, khususnya jajaran Satuan Kapal Selam. Betapa tidak, sekitar pukul 03.00 Wita mereka menerima kabar bahwa KRI Nanggala (402) hilang kontak saat sedang melakukan latihan di perairan utara Bali. Hilangnya alutsista buatan Jerman pada 1979 itu berujung duka setelah kapal selam dipastikan tenggelam. 53 orang awak Hiu Kencana yang dipimpin Kolonel Harry Setyawan pun dinyatakan gugur dalam tugas.

baca juga: Prabowo Ingin Jumlah Kapal Perang TNI AL yang Dimodernisasi Bertambah

Dalam pencarian kapal hilang, Indonesia melibatkan kapal milik Angkatan Laut China, yakni Tug Nantuo-195, Rescue Yong Xing Dao-863 dan Tan Suo 2.ug Nantuo-195 dan Xing Dao-863. Masing-masing kapal memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Untuk Tan Suo 2 memiliki kemampuan scientific salvage. Salvage sendiri adalah kemampuan mengangkat benda dari bawah air. Kapal tersebut juga bisa membawa submachical, para expert oceanografi maupun hidrografi. Selain kapal milik China, turut dilibatkan pula MV Swift Rescue milik Singapura.

Tak kalah penting adalah peran KRI Rigel (933). Kapal milik Pushidrosal itu berhasil melakukan pemindaian dengan menggunakan multibeam sonar dan magnetometer, sehingga menghasilkan citra bawah air lebih detail. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kala itu, memastikan citra yang diperoleh KRI Rigel dikonfirmasi sebagai bagian dariKRI Nanggala (402).

Secara detail, bagian kapal selam yang ditemukan berupa kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selang timbul, serta bagian kapal lain termasuk baju keselamatan awak. Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, Panglima TNI menyatakan KRI Nanggala (402)telah tenggelam dan seluruh awaknya gugur.

Berdasar penelusuran, kapal BHO tercatat berperang penting dalam peran search and rescue (SAR) beberapa peristiwa penting di Tanah Air. Peran dimaksud antara lain membantu pencarian jatuhnya pesawat Adam Air di perairan Majene, Sulawesi Barat, pada Januari 2007; pencarian pesawat Boeing 737 MAX 8 PK-LQP milik Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Karawang (29/10/2018); dan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu (09/01/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
Seskab Teddy: Langit...
Seskab Teddy: Langit Indonesia Harus Aman, Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar
Momen Prabowo Cek Cockpit...
Momen Prabowo Cek Cockpit Jet Tempur Rafale Buatan Prancis
Presiden Prabowo Tegaskan...
Presiden Prabowo Tegaskan Pertahanan Kunci Stabilitas Negara
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Rekomendasi
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved