Bukan Usung Capres, Ini yang Menjadi Konsentrasi Gerakan KAMI
Kamis, 27 Agustus 2020 - 15:13 WIB
loading...
Gatot Nurmantyo diapit Rochmad Wahab (kiri) dan Din Syamsuddin yang didaulat menjadi Presidium KAMI. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tudingan miring bahwa Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) hanya kumpulan orang-orang yang ngebet jadi presiden ditanggapi ringan Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani. Baginya, orang boleh memberikan respons pro maupun kontra dalam iklim demokrasi.
Akan tetapi, Yani menggarisbawahi KAMI dideklarasikan bukan dalam konteks pemilihan presiden. KAMI adalah gerakan moral yang tidak boleh abai terhadap perkembangan kebijakan dan politik pemerintahan.
(Baca: Disindir, KAMI: Terimakasih Atas Respons Ibu Megawati)
Menurut mantan anggota Komisi III DPR itu, konsentrasi KAMI saat ini bagaimana menyelamatkan rakyat dari kelaparan. "Masak anggaran Covid-19 hampir seribu triliun, tapi rakyat masih bayar tes swab Rp1,5 Juta sampai Rp2 Juta, kan mahal," ujar Yani kepada SINDOnews, Kamis (27/8/2020)..
Ditambah lagi, lanjut dia, rakyat kini menanggung beban lebih berat karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak kunjung turun. "Ekonomi semakin nyungsep nih, dari target 5,2% sekarang berapa? Itu concern kita, BPJS naik, banyak hal, kesejahteraan rakyat," kata dia.
Akan tetapi, Yani menggarisbawahi KAMI dideklarasikan bukan dalam konteks pemilihan presiden. KAMI adalah gerakan moral yang tidak boleh abai terhadap perkembangan kebijakan dan politik pemerintahan.
(Baca: Disindir, KAMI: Terimakasih Atas Respons Ibu Megawati)
Menurut mantan anggota Komisi III DPR itu, konsentrasi KAMI saat ini bagaimana menyelamatkan rakyat dari kelaparan. "Masak anggaran Covid-19 hampir seribu triliun, tapi rakyat masih bayar tes swab Rp1,5 Juta sampai Rp2 Juta, kan mahal," ujar Yani kepada SINDOnews, Kamis (27/8/2020)..
Ditambah lagi, lanjut dia, rakyat kini menanggung beban lebih berat karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak kunjung turun. "Ekonomi semakin nyungsep nih, dari target 5,2% sekarang berapa? Itu concern kita, BPJS naik, banyak hal, kesejahteraan rakyat," kata dia.
Lihat Juga :