Eks Penasihat KPK Ungkap Proses Penolakan Terhadap Revisi UU No 30/2002

Selasa, 25 Agustus 2020 - 00:02 WIB
loading...
A A A
"Yang pertama, itu kita minta daftar isian masalahnya, DIM-nya sebenarnya seperti apa, sih? Sehingga urgensi dari revisi apakah bisa dibenarkan atau sebaliknya? Yang kedua, yang kami minta pada waktu itu adalah draf terakhir dari RUU revisi itu. Sampai pimpinan selesai periodisasinya juga enggak pernah dikirim. Jadi memang sangat aneh," paparnya. (Baca juga: Revisi UU Berlaku, Posisi Jokowi dalam Penguatan KPK Dipertanyakan)

Dia menjelaskan, draf revisi UU KPK justru didapatkan dari pihak luar yakni kalangan akademisi. Itupun, kata Budi, tidak bisa menjawab bahwa official draft yang final yang dibahas oleh pemerintah dan DPR. Karenanya ujar Budi, KPK secara kelembagaan tidak pernah menerima draf resmi RUU KPK baik dari Pemerintah dalam hal ini Kemenkumham maupun DPR. "Itu tidak pernah ada. Justru kami mendapatkannya dari luaran. Waktu diskusi di internal KPK, selalu ada pertanyaan sebenarnya kita mendiskusikan ini jangan-jangan draf aslinya yang dibahas bukan ini?. Jadi kami sendiri di internal KPK, saya sendiri juga membaca ada versi ini, versi itu, ada versi a, versi b. Jadi masing-masing versi itu ada," imbuhnya.

Budi membeberkan, seperti diketahui bersama bahwa UU baru hasil revisi atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK disahkan DPR dalam rapat paripurna pada 17 September 2019. Selepas itu memang UU baru KPK yakni UU Nomor 19 Tahun 2019 belum berlaku karena menunggu pengesahan dari Presiden Joko Widodo.

Selepas pengesahan oleh DPR, Budi menceritakan, KPK melakukan upaya berikutnya dengan jalur informal. Budi sempat berdiskusi dengan Agus Rahardjo selaku ketua KPK saat itu di ruang kerja Agus. Agus bersama pimpinan lain ternyata berupaya melakukan bypass ke Istana. Di dalam ruang kerja, Agus menunjukkan ke Budi tentang isi pesan WhatsApp antara Agus dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

"Waktu itu Pak Ketua, Pak Agus menunjukkan ke saya WA-nya yang disampaikan kepada Mensesneg, untuk diberi waktu lah dan diberi kesempatan bisa ketemu Presiden. Kalau saya tidak salah ingat, jawabnya (jawaban Pratikno) memang jadwalnya (Presiden) padat sekali. Itu sebenarnya upaya-upaya yang sudah kami lakukan dari internal KPK," tegas Budi.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Febri Diansyah Akui...
Febri Diansyah Akui Dipanggil KPK Hari Ini: Saya Bisa Hadir setelah Sidang Pak Hasto
Ramai-ramai Advokat...
Ramai-ramai Advokat Desak KPK Hentikan Dugaan Intimidasi ke Febri Diansyah
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi LPEI, Jimmy Masrin Siap Kooperatif dan Terbuka
Djan Faridz Pakai Tongkat...
Djan Faridz Pakai Tongkat dan Dituntun Keluar dari Gedung KPK usai Diperiksa terkait Harun Masiku
Sahroni Usul KPK Bikin...
Sahroni Usul KPK Bikin Aturan Penahanan Gaji untuk Pejabat yang Tidak Setor LHKPN
KPK Serahkan 4 Aset...
KPK Serahkan 4 Aset Rampasan Sebesar Rp3,7 Miliar ke LPSK
KPK Panggil Mantan Ketum...
KPK Panggil Mantan Ketum PPP Djan Faridz terkait Kasus Harun Masiku
KPK Sita Rp150 Miliar...
KPK Sita Rp150 Miliar dari Korporasi Terkait Kasus Taspen
21 Lokasi Digeledah...
21 Lokasi Digeledah KPK Terkait Kasus Dugaan Suap Proyek Pemkab OKU
Rekomendasi
Triumph TF 250-E dan...
Triumph TF 250-E dan TF 450-E Diluncurkan, Ini Detail Speknya
Donald Trump Siap Turunkan...
Donald Trump Siap Turunkan Tarif TikTok agar Cepat Terjual
Kisah Jenderal Kostrad...
Kisah Jenderal Kostrad Rudini Geser 3 Jenderal hingga Melenggang Kariernya Jadi KSAD
Berita Terkini
Nasdem Hormati Keputusan...
Nasdem Hormati Keputusan Jokowi jika Bergabung dengan PSI
39 menit yang lalu
Prabowo Panggil Gubernur...
Prabowo Panggil Gubernur Lemhannas ke Istana, Ada Apa?
3 jam yang lalu
Kisah Ridwan Kamil Merancang...
Kisah Ridwan Kamil Merancang Masjid Raya Al-Jabbar hingga Klaim Bantuan ke NU Rp1 Triliun
4 jam yang lalu
Deretan Dirlantas Polda...
Deretan Dirlantas Polda yang Dimutasi Kapolri Jelang Idulfitri 2025, Berikut Ini Penggantinya
4 jam yang lalu
Nasib Pengawas Sekolah...
Nasib Pengawas Sekolah di Ujung Tanduk?
5 jam yang lalu
Revisi KUHAP, Kejagung...
Revisi KUHAP, Kejagung Harus Tetap Bernyali Sikat Koruptor
5 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Ungkap Aktivitas...
Ilmuwan Ungkap Aktivitas Otak Manusia Menjelang Kematian
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved