UMKM: Katalisator Ekonomi Indonesia?

Senin, 27 Mei 2024 - 08:26 WIB
loading...
UMKM: Katalisator Ekonomi...
Candra Fajri Ananda, Staf Khusus Menteri Keuangan RI. Foto/SINDOnews
A A A
Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menteri Keuangan RI

DI TENGAH perjalanan waktu yang terus bergerak maju, ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi tantangan yang belum terselesaikan. Meskipun krisis besar akibat pandemi telah berlalu, namun dunia masih harus berhadapan dengan berbagai faktor yang menciptakan ketidakstabilan ekonomi.

Alhasil, kondisi ekonomi global masih menjadi perhatian utama berbagai negara di dunia. Berdasarkan laporan terbaru World Economic Outlook April 2024, IMF memproyeksikan ekonomi global stagnan di level 3,2% (yoy) di tahun ini.

Turbulensi ekonomi dunia kian mencekam tatkala memasuki bulan April 2024, di mana dinamika ekonomi keuangan global berubah cepat dengan kecenderungan ke arah negatif akibat eskalasi perang di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik yang masih tinggi.

Terlebih, kebijakan moneter AS yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama – dan penundaan pemangkasan suku bunga federal (Fed Fund Rate) – serta tingginya yield US Treasury telah menyebabkan terjadinya arus modal portfolio keluar dari negara-negara emerging dan pindah ke AS sehingga menyebabkan penguatan mata uang US Dollar dan melemahnya nilai tukar mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.

Oleh sebab itu, risiko arah suku bunga acuan AS dan dinamika ketegangan geopolitik global tetap perlu dicermati. Sebab, ketidakpastian tersebut dapat kembali mendorong kenaikan ketidakpastian pasar keuangan global, menekan mata uang negara berkembang, meningkatkan tekanan inflasi, dan menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Tak dipungkiri bahwa peningkatan ketidakpastian dan gejolak geopolitik global telah menekan pasar keuangan domestik Indonesia. Pasalnya, hingga 20 Mei 2024, aliran modal asing ke SBN dan SRBI mencapai 4,3 miliar dollar AS. Alhasil, nilai tukar rupiah pun melemah 3,74% secara kalender berjalan.

Akan tetapi, meski kinerja perekonomian domestik Indonesia masih terus dibayangi ketidakpastian global, Indonesia mampu menunjukkan resiliensinya yang terlihat dari capaian pertumbuhan pada triwulan I tahun ini. Data BPS mencatat bahwa pada triwulan I 2024, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,1% (yoy), terutama ditopang oleh permintaan domestik yang kuat dan dukungan APBN.

Capaian pertumbuhan tersebut juga berdampak positif terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka. Selain itu, konsumsi swasta dan pemerintah juga kian menunjukkan perbaikan yang didorong oleh dampak positif pelaksanaan Pemilu 2024 dan hari libur nasional.

Begitu juga investasi menunjukkan pertumbuhan yang baik, terutama ditopang oleh investasi bangunan seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, ekspor Indonesia melambat sejalan dengan masih lemahnya permintaan dari mitra dagang utama.

Kinerja ekspor-impor tersebut akan terus diliputi ketidakpastian karena harga komoditas rendah dan kapasitas cadangan di Tiongkok. Selain itu, kinerja perdagangan, terutama yang terkait dengan komoditas, juga akan sulit untuk bisa menjadi sumber pertumbuhan besar bagi Indonesia saat ini mengingat komoditas minyak masih berada pada posisi yang lemah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Rekomendasi
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Liburan Mudah dan Fleksibel...
Liburan Mudah dan Fleksibel dengan Layanan Paylater
Berita Terkini
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Dugaan Korupsi Pasokan...
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved