Karakter dan Ciri Kepemimpinan Bahari

Minggu, 26 Mei 2024 - 16:00 WIB
loading...
A A A
Kedua, memiliki tujuan dan haluan yang jelas. Tugas nakhoda juga menentukan dan terus mengomunikasikan haluan atau tujuan perjalanan dengan efektif. Ketiga, melihat ke depan dan menarik pelajaran dari masa lalu. Masa lalu penting sebagai pelajaran, terutama pengalaman pelayaran masa lalu untuk kebaikan perjalanan selanjutnya, terutama untuk mengantisipasi rute yang lebih baik dan perubahan cuaca yang tak diinginkan.

Keempat, selalu waspada, berani dan bertanggungjwab. Perubahan cuaca, kerusakan kapal dan peralatan, dan kemungkinan yang tak diharapkan bisa terjadi setiap waktu, termasuk ketidakpastian, turbulensi, kekerasan alam. Ia bertanggung jawab atas kapal, anak buah dan muatannya. Pemimpin yang sering menyalahkan orang lain bukan pemimpin berjiwa dan berbudaya bahari.

Ciri kelima, bersikap dan berpikir luwes. Mampu luwes dan fleksibel dalam menghadapi turbulensi dan perubahan cuaca dan lingkungan, demi sampai pada tujuan. Di laut, semua bergerak dan menjadi sahabat perjalanan; angin, awan, ombak yang terus bergerak, bahkan makhluk-makhluk hidup lainnya. Tanda-tanda bintang juga menjadi sahabat yang bisa memandu perjalanan.

Keenam, berpikir menyeluruh. Seorang nakhoda memahami pergeseran angin barat dan timur, sebab lautan terhubung. Ia tidak parsial atau sektoral, tetapi utuh, menyeluruh, komprehensif, sistemik, dan integral. Ketujuh, Mengutamakan keselamatan kapal dan anak buahnya. Seorang nakhoda yang baik adalah orang terakhir di kapal saat bahaya tiba, ia bisa mengambil keputusan untuk mengeluarkan perlengkapan-perlengkapan yang tak diperlukan (jetison) demi keselamatan kapal dan anak buahnya.

Kedelapan, mengayomi anak buah dan keluarganya. Nakhoda merasa bertanggung jawab bukan semata-mata pada anak buahnya melainkan juga pada keluarga yang ditinggal berlayar. Mereka berhubungan bagaikan keluarga yang besar. Kesembilan, persaudaraan sesama pelaut. Di laut semua orang sepanjang mengikuti konvensi yang berlaku, adalah bersaudara dan saling tolong-menolong, tanpa membedakan bangsa dan keyakinan.

Setiap kapal wajib menolong kapal lain yang sedang berada dalam bahaya atau orang yang ditemukan terapung di laut. Persaudaraan di laut adalah salah satu ciri kepemimpinan bahari. Sekarang, Anda tinggal membandingkan apakah kita sedang membangun kembali jiwa dan budaya bahari itu dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan atau sebaliknya sedang menghancurkannya? Sebab, kepemimpinan bukan soal apa yang sedang dibangun semata, melainkan juga bagaimana memperjuangkannya, membangunnya. Sebagaimana contoh-contoh pemimpin besar negeri ini yang telah menguatkan modal sosial kita, sehingga NKRI tetap tegak berdiri saat kawasan-kawasan lain sedang menghadapi ancaman disintegrasi.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
KH Misbahul Munir Apresiasi...
KH Misbahul Munir Apresiasi Operasi BNN-Polri di Kampung Bahari
Komplotan Penipu Modus...
Komplotan Penipu Modus COD Ditangkap di Kampung Bahari, Jakut
Kampung Bahari Digerebek...
Kampung Bahari Digerebek 200 Polisi, 31 Orang Diamankan
Rekomendasi
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
Berita Terkini
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved