alexametrics

Bahaya Fintech Ilegal

loading...
Bahaya Fintech Ilegal
Munawar Deputi Direktur di Otoritas Jasa Keuangan
A+ A-
MunawarDeputi Direktur di Otoritas Jasa Keuangan

TUJUAN mulia financial technology (fintech) dibajak. Pelakunya tak tampak. Masyarakat pun terkena dampak.

Kehadiran fintech lending (FL) atau peer to peer lending (P2PL) telah dirasakan manfaatnya oleh jutaan orang. FL mempertemukan pihak yang memiliki uang dan pihak yang membutuhkan uang untuk bertransaksi secara langsung. Penyelenggara FL menyediakan platform untuk pemberi pinjaman dan penerima pinjaman dapat bertransaksi.





FL hadir untuk memfasilitasi pelaku bisnis/masyarakat yang unbankable dan/atau yang membutuhkan fasilitas layanan yang cepat. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) banyak yang sudah mengeruk manfaatnya.



Di platform penyelenggara FL dapat dijumpai usaha UMKM seperti warung sembako, depot air isi ulang, atau toko herbal yang membutuhkan pendanaan. Juga dapat dilihat profil ibu pemilik salon dan bapak tua yang butuh modal jualan gorengan yang akhirnya mendapatkan pendanaan usahanya melalui FL. Sebagian penyelenggara FL juga memberikan pinjaman multiguna.



Kehadiran FL dapat menjadi penolong seretnya pendanaan UMKM dan masyarakat bawah. Data Passagi (2016) menunjukkan adanya kesenjangan kebutuhan sebesar Rp988 triliun per tahun. Kebutuhan pendanaan Rp1.649 triliun hanya mampu dipenuhi sekitar Rp660 triliun oleh lembaga keuangan.
halaman ke-1 dari 4
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak