Salah Kaprah MBKM
Jum'at, 19 April 2024 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Proses yang harus dilakukan pada kagiatan magang yakni: Mahasiswa mendaftar PMMB – Seleksi administratif dan akademik – Magang kerja – Penilaian – Sertifikat industri dan konversi – Lapor PDDikti. Hasil kajian Maghfiroh dan Sholeh (2022) menunjukkan implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka memiliki keterkaitan dengan era society 5.0.
Kemampuan yang harus dimiliki adalah kreativitas dan inovasi sehingga menjadi sumber daya manusia yang tangguh, terampil, dan ulet. Implementasi MBKM dilakukan dengan perencanaan yang matang, sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan Indonesia serta dapat menyiapkan lulusan sarjana yang berprestasi dan mampu bersaing secara global.
Karena itu, program studi harus berusaha mengembangkan kurikulum dengan menyesuaikan model pengembangan kebijakan MBKM agar mampu mengimplementasikan keleluasaan pembelajaran yang fleksibel sesuai kebutuhan mahasiswa. Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah dipersiapkan dan dilaksanakan maka diharapkan mampu menjadi jawaban atas permasalahan mutu pendidikan di Indonesia serta dapat menanggulangi banyaknya lulusan yang menjadi pengangguran di tengah era society 5.0.
Dengan demikian, para pemangku pendidikan tinggi; rektor, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan sebagainya harus dapat memahami dengan baik program kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Sebab, jika salah kaprah dalam memahaminya akan berdampak buruk terhadap pelaksanaan program dan juga merugikan para korbannya. Sehingga kasus Program Magang Ferienjob yang melibatkan 33 perguruan tinggi tidak terjadi kembali. Semoga.
Kemampuan yang harus dimiliki adalah kreativitas dan inovasi sehingga menjadi sumber daya manusia yang tangguh, terampil, dan ulet. Implementasi MBKM dilakukan dengan perencanaan yang matang, sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan Indonesia serta dapat menyiapkan lulusan sarjana yang berprestasi dan mampu bersaing secara global.
Karena itu, program studi harus berusaha mengembangkan kurikulum dengan menyesuaikan model pengembangan kebijakan MBKM agar mampu mengimplementasikan keleluasaan pembelajaran yang fleksibel sesuai kebutuhan mahasiswa. Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah dipersiapkan dan dilaksanakan maka diharapkan mampu menjadi jawaban atas permasalahan mutu pendidikan di Indonesia serta dapat menanggulangi banyaknya lulusan yang menjadi pengangguran di tengah era society 5.0.
Dengan demikian, para pemangku pendidikan tinggi; rektor, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan sebagainya harus dapat memahami dengan baik program kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Sebab, jika salah kaprah dalam memahaminya akan berdampak buruk terhadap pelaksanaan program dan juga merugikan para korbannya. Sehingga kasus Program Magang Ferienjob yang melibatkan 33 perguruan tinggi tidak terjadi kembali. Semoga.
(rca)