Suciwati Anggap Penyelidikan Kasus Pembunuhan Munir Berjalan Lambat

Sabtu, 23 Maret 2024 - 15:31 WIB
loading...
Suciwati Anggap Penyelidikan...
Istri mendiang aktivis HAM Munir Said Thalib, Suciwati menilai penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terhadap pembunuhan suaminya berjalan lambat. Foto/Tangkapan layar YouTube KontraS
A A A
JAKARTA - Istri mendiang aktivis HAM Munir Said Thalib, Suciwati menilai penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terhadap pembunuhan suaminya berjalan lambat. Sebab, cuma tiga saksi yang dimintai keterangan dalam waktu setahun tiga bulan.

Hal itu disampaikan Suciwati dalam konferensi pers Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM): Menyikapi Perkembangan Penyelidikan Pro Justitia Pelanggaran HAM Berat Kasus Munir dan Dukungan Internasional dalam Sidang Komite HAM PBB Terkait Tinjauan Penerapan ICCPR.

"Hampir satu tahun kemarin kita melihat hanya ada satu saksi (yang diperiksa) tahun ini ditambah lagi dua saksi (yang diperiksa), jadi tiga saksi dalam waktu setahun tiga bulan," kata Suciwati dalam konferensi pers yang ditayangkan Channel YouTube Kontras, Sabtu (23/3/2024).

Baca juga: Suciwati Istri Munir: Kita Sudah Bosen dengan Janji-janji, Maunya Implementasi



Diketahui, Komnas HAM kembali membuka penyelidikan kasus pembunuhan Pejuang HAM, Munir. Beberapa waktu lalu Suciwati menjadi salah satu yang diperiksa dalam penyelidikan pembunuhan yang terjadi 20 tahun lalu itu.

Suciwati berpendapat, Komnas HAM terkesan menutup-nutupi proses penyelidikan kasus pembunuhan suaminya itu. "Kita bisa melihat bagaimana semacam ada hal yang ditutupi dalam artian ini harusnya dipublikasi tapi tiba-tiba ini mereka memakai UU Komnas HAM agar ini menjadi lebih tidak dipublikasikan, jadi kita melihat penyelidikan ini kualitas penyidikan ini jadi kurang," ujarnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Soroti Tabrakan Kereta...
Soroti Tabrakan Kereta di Bekasi, Pengamat Sarankan Polisi Tunggu Hasil KNKT
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
KontraS Tolak Wapres...
KontraS Tolak Wapres Gibran Jenguk Andrie Yunus di RSCM, Ini Alasannya
Rekomendasi
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Berita Terkini
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved