Hasil Pemilu Belum Resmi Diumumkan, Pengamat Soroti Klaim Kemenangan: Tunggu Penghitungan Suara Tuntas
Senin, 26 Februari 2024 - 22:46 WIB
loading...
Ilustrasi penghitungan suara di TPS. Foto/Mushaful Imam
A
A
A
JAKARTA - Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow menyoroti banyaknya partai yang sudah mengklaim hasil kemenangan atas hasil quick count dan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). Dia menilai hal tersebut merupakan tindakan yang terburu-buru dan sebaiknya semua harus bisa menahan diri.
“Memang kita selalu mendorong supaya semua menahan diri. Melakukan klaim kemenangan ini sebaiknya tidak dilakukan karena kita harus menunggu hasil resmi,” kata Jeirry, Selasa (26/2/2024).
Dia juga mengingatkan, apalagi rekapitulasi yang sedang berlangsung oleh KPU tidak berjalan dengan mulus. “Seringkali angkanya berubah-ubah dan mungkin juga tidak berpengaruh pada hasil akumulatif. Mungkin ada problem di rekapitulasinya,” kata dia.
Baca juga: Kejanggalan Sirekap, Sekjen Partai Perindo: Pemilu Bukan soal Angka-angka, tapi Legitimasi
Sementara hasil quick count dari sejumlah lembaga survei juga tidak bisa menjadi patokan kemenangan. Terlalu dini untuk mengklaim kemenangan dari hasil quick count.
“Quick count dari beberapa lembaga survei itu kita terima sebagai sebuah hasil sementara dan belum final. Angkanya kan masih berubah, dalam arti urutan. Prediksi atau quick count dari lembaga survei itu belum pasti,” ujarnya.
“Memang kita selalu mendorong supaya semua menahan diri. Melakukan klaim kemenangan ini sebaiknya tidak dilakukan karena kita harus menunggu hasil resmi,” kata Jeirry, Selasa (26/2/2024).
Dia juga mengingatkan, apalagi rekapitulasi yang sedang berlangsung oleh KPU tidak berjalan dengan mulus. “Seringkali angkanya berubah-ubah dan mungkin juga tidak berpengaruh pada hasil akumulatif. Mungkin ada problem di rekapitulasinya,” kata dia.
Baca juga: Kejanggalan Sirekap, Sekjen Partai Perindo: Pemilu Bukan soal Angka-angka, tapi Legitimasi
Sementara hasil quick count dari sejumlah lembaga survei juga tidak bisa menjadi patokan kemenangan. Terlalu dini untuk mengklaim kemenangan dari hasil quick count.
“Quick count dari beberapa lembaga survei itu kita terima sebagai sebuah hasil sementara dan belum final. Angkanya kan masih berubah, dalam arti urutan. Prediksi atau quick count dari lembaga survei itu belum pasti,” ujarnya.
Lihat Juga :