Masyarakat Butuh Banyak Pilihan Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:38 WIB
loading...
Masyarakat Butuh Banyak...
Jika semakin banyak alternatif pengganti kantong plastik, akan semakin bagus. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik menilai, jika semakin banyak alternatif pengganti kantong plastik, akan semakin bagus. Karena masyarakat memiliki banyak pilihan.

(Baca juga: Luhut Sebut Arak Bali Mampu Turunkan Angka Penderita Covid-19)

"Yang penting jangan plastik kresek konvensional seperti dulu yang sulit terurai sekitar 500-1.000 tahun. Namun, harus ada pilihan yang membuat masyarakat semakin diuntungkan, dan juga tidak terbebani. Jangan sampai solusinya hanya terbatas dan tidak banyak alternatif, sebab akan menjadi mahal yang membebani masyarakat dan lagi dikhawatirkan akan menuju monopoli," ujar Taufik, Kamis (12/8/2020).

(Baca juga: Bertambah 28 Kasus, Total 1.322 WNI di Luar Negeri Terkonfirmasi Covid-19)

Taufik memberi contoh, misalnya di lapangan, banyak toko-toko atau mal-mal, diarahkan terutama ke kertas atau spunbond (pp non woven) yang merupakan senyawa polypropylene (plastik konvensional), dimana masih mengandung mikroplastik.

"Selain itu penggunaan kantong belanja dengan kertas selain sulit dipakai ulang, maka bila terlalu banyak penggunaan kertas menjadi isu lingkungan juga karena akan terjadi kembali penebangan hutan yang besar-besaran. Sementara kalau pakai polypropylene/kain spunbond tersebut," ucapnya.

"Itu adalah bahan yang sama untuk masker, APD, dlsb., sehingga ada kompetisi dan keterbatasan bahan mentah, yang nanti ujung2nya akan memperbanyak impor bahan tersebut, dan masker dan APD tambah mahal karena banyak bahan polypropylene tersebut dibuat jadi kantong belanja," tambahnya.

Menurut Taufik, tentang kantong-kantong daun, ranting, anyaman, itu saya lihat bagus sekali. Tetapi memang masih ada keterbatasan yaitu terutama dari fungsional yang tidak rapat sehingga air-air bisa keluar / menetes. Lalu juga lebih cepat rusak sehingga pakai ulangnya terbatas.

"Dan mungkin keterbatasan lain adalah jumlah bahan dasarnya pun terbatas dan cara produksi manual, sehingga ini bagus dan stimulasi ekonomi UKM. Tetapi untuk yang kebutuhan rakyat DKI yang jumlahnya kalau siang bisa sampai 20 jt orang, butuh banyak pilihan-pilihan lain yang bisa di produksi secara industri juga ya sehingga terjangkau sebanyak mungkin orang dengan harga yang terjangkau juga," kata Taufik

Kata Taufik, jadi kalau ada juga material-material baru seperti yang saya lihat dari singkong, semakin bagus karena konsumsi tidak akan terkonsentrasi ke kertas atau polypropylene plastik saja. Yang penting kantong singkong ini harus kuat anti air, tidak larut, agar bisa dipakai ulang, dan kalau bisa dijaman Covid ini, bisa dicuci juga.

"Pati singkong nya juga saya dengar bisa dari singkong racun, dan singkong juga bukan bahan pangan utama Indonesia jadi cukup aman sebagai salah satu alternatif. Apalagi pati singkongnya diambil dari petani-petani singkong Indonesia jadi ada dampak positif petani-petani UMKM," ujarnya.

"Jadi implementasi Pergub 142/2019 baiknya mengakomodasi solusi inovatif juga, yang penting semuanya berubah kearah green mulai dari perilaku, cara pakai kantong harus pakai ulang, sampai material inovatif yang ada, yang penting lebih baik dan bukan dari konvensional plastik," tandasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Hanif Faisol...
Menteri Hanif Faisol Ajak 8.600 Relawan Bersihkan Sampah Plastik di Pantai Bali
Pakar: Galon PC Aman...
Pakar: Galon PC Aman Digunakan dan Ramah Lingkungan
Saset Jadi Penyumbang...
Saset Jadi Penyumbang Sampah Plastik Terbesar di Indonesia
Atasi Pencemaran Plastik,...
Atasi Pencemaran Plastik, Dirjen PSLB KLHK Tekankan Sejumlah Langkah Prioritas
Percepat Laju Krisis...
Percepat Laju Krisis Iklim, Pencemaran Plastik Dinilai Harus Dicegah
Kampanye Resik, Upaya...
Kampanye Resik, Upaya Cegah Kerusakan Ekosistem Laut dari Sampah Plastik
Mengurangi Sampah Laut...
Mengurangi Sampah Laut Melalui Operasi Tangkap Tangan
Ini Saran Stafsus Presiden...
Ini Saran Stafsus Presiden Turunkan Penggunaan Sampah Plastik
HUT ke-78 TNI AL, Dispotmaral...
HUT ke-78 TNI AL, Dispotmaral Bersihkan Kali Serentak di Seluruh Indonesia
Rekomendasi
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
Aksi Solidaritas Jurnalis...
Aksi Solidaritas Jurnalis Kalimantan Selatan untuk Juwita
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
Berita Terkini
Jurnalis Asing Wajib...
Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Keterangan Kepolisian? Kapolri dan Kadiv Humas Polri Buka Suara
10 jam yang lalu
Retreat Kepala Daerah...
Retreat Kepala Daerah Gelombang Kedua Segera Digelar, Lokasinya Belum Bisa Dipastikan
13 jam yang lalu
Mega Perintahkan Kepala...
Mega Perintahkan Kepala Daerah PDIP Ikut Retreat Gelombang Kedua jika Absen pada Gelombang Pertama
14 jam yang lalu
ART Lagi Mudik, Menteri...
ART Lagi Mudik, Menteri Raja Juli Antoni Bantu Istri Beres-Beres Rumah
15 jam yang lalu
Saksikan Malam Ini di...
Saksikan Malam Ini di INTERUPSI Siapa Suruh Datang Jakarta? Bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, Chico Hakim, dan Narasumber Lainnya, Live di iNews
15 jam yang lalu
Indonesia Kirim Bantuan...
Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar Senilai 1,2 Juta Dolar AS
17 jam yang lalu
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved