Website KPU Down saat Pemilu 2024, TPN Ganjar-Mahfud Sebut Ada Kejanggalan
Jum'at, 16 Februari 2024 - 19:37 WIB
loading...
Deputi Kanal Media TPN Ganjar-Mahfud, Karaniya Dharmasaputra menyebut ada kejanggalan terkait down-nya website KPU saat pemungutan suara. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud merasa heran atas situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang down tepat di hari pemungutan suara Pemilu 2024 pada Rabu, 14 Februari lalu. Padahal, pemanfaatan teknologi digital itu penting untuk menjamin transparansi.
"Kami heran juga kenapa kok bisa website KPU kemarin di hari pencoblosan dengan segala alasannya gitu bisa down seharian?" tanya Deputi Kanal Media TPN Ganjar-Mahfud, Karaniya Dharmasaputra di Medcen TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024).
Sebagai praktisi yang bergerak di sektor fintech, Kara menilai, perusahaan swasta kerap memitigasi segala kesalahan dalam sistem teknologi. Apalagi saat hendak menggelar sebuah event besar seperti pemilu yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi.
Baca juga: TPN Soroti Anomali Pilpres 2024: Yang Main-main dengan Suara Rakyat Nanti Kena Azab
"Kami yang bergerak di bidang teknologi tentu selalu menyiapkan, misalnya harus ada prinsip redudansi bahwa sebuah sistem itu harus bisa dibikin redundent," tutur Kara.
"Ada namanya disaster recovery protocol, pada saat misalnya kena serangan, lalu ada sistem lain yang jadi backup dan ditetapkan biasanya sebuah SLE, berapa menit atau diperbankan berapa detik, sebuah sistem itu misalnya saat dia down atau overload, lalu kemudian dia harus dialihkan ke disaster recovery sitenya, dan disaater recovery sitenya ini harus segera muncul gitu," imbuhnya.
"Kami heran juga kenapa kok bisa website KPU kemarin di hari pencoblosan dengan segala alasannya gitu bisa down seharian?" tanya Deputi Kanal Media TPN Ganjar-Mahfud, Karaniya Dharmasaputra di Medcen TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024).
Sebagai praktisi yang bergerak di sektor fintech, Kara menilai, perusahaan swasta kerap memitigasi segala kesalahan dalam sistem teknologi. Apalagi saat hendak menggelar sebuah event besar seperti pemilu yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi.
Baca juga: TPN Soroti Anomali Pilpres 2024: Yang Main-main dengan Suara Rakyat Nanti Kena Azab
"Kami yang bergerak di bidang teknologi tentu selalu menyiapkan, misalnya harus ada prinsip redudansi bahwa sebuah sistem itu harus bisa dibikin redundent," tutur Kara.
"Ada namanya disaster recovery protocol, pada saat misalnya kena serangan, lalu ada sistem lain yang jadi backup dan ditetapkan biasanya sebuah SLE, berapa menit atau diperbankan berapa detik, sebuah sistem itu misalnya saat dia down atau overload, lalu kemudian dia harus dialihkan ke disaster recovery sitenya, dan disaater recovery sitenya ini harus segera muncul gitu," imbuhnya.
Lihat Juga :