Mundur dari Jabatan Menko Polhukam, Mahfud MD Tidak Ingin Ganggu Jalannya Pemerintahan
Kamis, 01 Februari 2024 - 13:49 WIB
loading...
Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD dijadwalkan bertemu Presiden Jokowi pada sore ini. Foto/MPI
A
A
A
ACEH - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyerahkan surat pengunduran diri pada hari ini, Kamis (1/2/2024) sore.
Mahfud menjelaskan, keputusannya mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) karena tak ingin mengganggu jalannya pemerintahan akibat pilihan politiknya pada Pilpres 2024 yang berbeda dengan Presiden Jokowi.
Langkah itu, ditempuh agar posisinya sebagai cawapres nomor urut 3, yang mendampingi calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo tidak terganggu oleh kebijakan pemerintahan.
Baca juga: Dialog dengan Masyarakat Aceh, Mahfud MD Komitmen Sejahterakan Guru dan Santri
"Karena saya merasa punya pilihan politik sendiri di Pemilu, maka saya merasa harus ke pinggir dulu, agar tidak mengganggu jalannya pemerintahan. Agar saya tidak terganggu juga oleh kebijakan pemerintahan," ujar Mahfud, saat menghadiri diskusi rakyat "Tabrak Prof" di Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (31/1/2024) malam.
Mahfud menjelaskan, keputusannya mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) karena tak ingin mengganggu jalannya pemerintahan akibat pilihan politiknya pada Pilpres 2024 yang berbeda dengan Presiden Jokowi.
Langkah itu, ditempuh agar posisinya sebagai cawapres nomor urut 3, yang mendampingi calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo tidak terganggu oleh kebijakan pemerintahan.
Baca juga: Dialog dengan Masyarakat Aceh, Mahfud MD Komitmen Sejahterakan Guru dan Santri
"Karena saya merasa punya pilihan politik sendiri di Pemilu, maka saya merasa harus ke pinggir dulu, agar tidak mengganggu jalannya pemerintahan. Agar saya tidak terganggu juga oleh kebijakan pemerintahan," ujar Mahfud, saat menghadiri diskusi rakyat "Tabrak Prof" di Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (31/1/2024) malam.