Wujudkan Indonesia Emas, Ganjar Pastikan Akses Kesehatan di Indonesia Merata
Selasa, 09 Januari 2024 - 14:46 WIB
loading...
Capres Ganjar Pranowo saat menemui Sedulur Tani Sukoharjo di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (26/12/2023). FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Calon (presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo akan membangun fasilitas kesehatan yang di dalamnya terdapat tenaga kesehatan profesional di seluruh pelosok nusantara. Menurutnya, kesehatan adalah pilar utama pengembangan sumber daya manusia.
"Saat ini ada 60% rakyat tidak mendapat akses fasilitas kesehatan, lebih dari 40% fasilitas kesehatan primer yang ada di Papua, Maluku, Sulawesi Tenggara, tak punya dokter," kata Ganjar dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @ganjar_pranowo dikutip, Selasa (9/1/2024).
Dengan meluncurkan program Satu Desa, Satu Faskes, Satu Nakes, Ganjar ingin memastikan tidak ada lagi cerita rakyat yang tidak tertolong akibat kurangnya layanan kesehatan di daerah mereka.
"Satu Desa, Satu Faskes, Satu Nakes tujuannya memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan dengan ketersediaan dokter obat serta mempercepat digitalisasi layanan kesehatan melalui telemedicine," katanya.
"Selain itu kita juga mesti meningkatkan pembangunan dan revitalisasi pusat kesehatan masyarakat terutama yang ada di wilayah 3T dan perbatasan," katanya.
Untuk mewujudkan program ini, Ganjar mengungkapkan ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama anggaran kesehatan minimum 5% dari APBN di luar gaji kepegawaian. Kedua pendidikan dokter yang terjangkau serta kemandirian farmasi.
"Saat ini ada 60% rakyat tidak mendapat akses fasilitas kesehatan, lebih dari 40% fasilitas kesehatan primer yang ada di Papua, Maluku, Sulawesi Tenggara, tak punya dokter," kata Ganjar dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @ganjar_pranowo dikutip, Selasa (9/1/2024).
Dengan meluncurkan program Satu Desa, Satu Faskes, Satu Nakes, Ganjar ingin memastikan tidak ada lagi cerita rakyat yang tidak tertolong akibat kurangnya layanan kesehatan di daerah mereka.
"Satu Desa, Satu Faskes, Satu Nakes tujuannya memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan dengan ketersediaan dokter obat serta mempercepat digitalisasi layanan kesehatan melalui telemedicine," katanya.
"Selain itu kita juga mesti meningkatkan pembangunan dan revitalisasi pusat kesehatan masyarakat terutama yang ada di wilayah 3T dan perbatasan," katanya.
Untuk mewujudkan program ini, Ganjar mengungkapkan ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama anggaran kesehatan minimum 5% dari APBN di luar gaji kepegawaian. Kedua pendidikan dokter yang terjangkau serta kemandirian farmasi.
Lihat Juga :