Soal 500 TKA China, HMI Sebut Ada Disorientasi Bernegara

Kamis, 30 April 2020 - 17:59 WIB
loading...
Soal 500 TKA China,...
Pj Ketua umum PB HMI Arya Kharisma Hardy. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) bereaksi keras terhadap isu pemberian izin masuk tenaga kerja asing (TKA) asal China di Konawe, Sulawesi Tenggara oleh pemerintah pusat.

"Sangat beralasan untuk menyebut fenomena yang menyakitkan hati rakyat ini sebagai sebuah abuse of power oknum," ujar Pj Ketua umum PB HMI Arya Kharisma Hardy di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Pemerintah pusat, menurut Arya, secara nyata telah melakukan kesalahan yang sangat fatal bagi keberlangsungan mekanisme pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah meningkatnya ancaman pandemi virus Corona (Covid-19).

"Sementara terdapat jutaan warga bangsa yang kini harus kehilangan pekerjaan dan kekurangan pendapatan. Apalagi ancaman resesi hingga krisis yang terus membayangi ekonomi nasional. Pemerintah justru membuka pintu masuk bagi 500 TKA China. Ini ibarat, anak kera di hutan disusui, anak di rumah mati kelaparan," ungkap Arya.(Baca juga: Ketua MPR Minta Pemerintah Tunda Kedatangan 500 TKA China )

Dia menilai saat ini telah terjadi disorientasi bernegara. Karena, esensi dari negara adalah keberpihakan dan perlindungan terhadap segenap warga bangsa serta melindungi tumpah darah Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Puas Keterangan...
Tak Puas Keterangan Menaker soal TKA China, Komisi IX DPR Bakal ke Konawe
PKS Sesalkan Pemerintah...
PKS Sesalkan Pemerintah Tak Patuhi Rekomendasi DPR Soal TKA China
Soal TKA China Masuk...
Soal TKA China Masuk Indonesia, Pemuda Muhammadiyah: Luhut Ini seperti Megalomania
Kemenaker Tunda Sementara...
Kemenaker Tunda Sementara Kedatangan 500 TKA China ke Sulawesi Tenggara
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Batalkan Izin Masuk 500 TKA China
KSPI Sebut Masuknya...
KSPI Sebut Masuknya 500 TKA China Seperti Membuka Borok Sendiri
Aksi Tolak Kenaikan...
Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa HMI Jakarta Bawa Pocong
Ratusan Aktivis HMI...
Ratusan Aktivis HMI Semarang Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Kantor DPRD Jateng
Buntut Kongres HMI Ricuh,...
Buntut Kongres HMI Ricuh, Jalanan Sekitar Islamic Center Tutup dan Dijaga Ketat Polisi
Rekomendasi
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Sujud Syukur Tidak Boleh...
Sujud Syukur Tidak Boleh Sembarangan, Ini Syarat dan Tata Caranya Menurut Ulama
Berita Terkini
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Bupati dan Sekda Kuansing...
Bupati dan Sekda Kuansing Kenakan Rompi Oranye usai Serahkan Diri ke KPK
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Kapolri Akui Polri Belum...
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Janji Terima Semua Kritik dan Masukan
Kepercayaan Publik pada...
Kepercayaan Publik pada Polri Meningkat, Bukti Reformasi Institusi Berjalan
Bonatua Ungkap Alasan...
Bonatua Ungkap Alasan Gugat Penyelenggara Pemilu hingga UGM terkait Legalisir Ijazah Jokowi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved