DPR Minta Pemerintah Batalkan Izin Masuk 500 TKA China

Selasa, 05 Mei 2020 - 09:13 WIB
loading...
DPR Minta Pemerintah...
DPR meminta pemerintah membatalkan rencana kedatangan TKA asal China ke Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Rencana dua perusahaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang hendak mempekerjakan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China terus menuai protes dari berbagai pihak. Bahkan, DPR meminta pemerintah membatalkan rencana itu karena, jutaan rakyat Indonesia pun kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19 sementara, pemerintah seolah mengabaikan fakta itu dengan tetap memperbolehkan TKA masuk.

“Kita minta kepada pemerintah Indonesia Pak Jokowi dan seluruh jajarannya untuk memastikan, membatalkan tenaga kerja asing dari China di tengah pandemi COVID-19,” pinta Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

Yandri menuturkan, akibat pandemi asal Wuhan, China ini, banyak rakyat Indonesia yang kehilangan pekerjaan dan penghasilannya karena diminta untuk tidak keluar rumah, tidak boleh mudik atau berpindah tempat, banyak sektor ekonomi melemah dan perusahaan gulung tikar. Tetapi, pemerintah justru memperbolehkan TKA dari China masuk ke negara ini. “Masa sih rakyat dilarang (bergerak), tapi kita masukan tenaga kerja dari China yang sumber utama virus Corona,” sesalnya.

Menurut Wakil Ketua Umum PAN ini, apa yang dilakukan pemerintah ini tidak masuk akal bahkan cenderung sebagai kebodohan pemerintah. Sudah semestinya pemerintah memiliki hati nurani dengan tetap mengutamakan rakyatnya sendiri yang juga terdampak Corona. “Jangan mem-PHK rakyat tapi justru memasukan tenaga rakyat dari China. Ini tidak adil tidak bisa diterima akal sehat,” tukas Yandri.

Karena itu, mantan Ketua Umum Barisan Muda PAN ini meminta sekali lagi agar pemerintah membatalkan izin itu. Karena rakyat bisa marah akibat ketidakadilan pemerintah ini. “Kita minta sekali itu dibatalkan, kalau tidak dibatalkan saya yakin rakyat bisa marah, karena mereka makannya susah, menganggur sementara pemrintah memasukan tenaga kerja dari China,” tandasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Berita Terkini
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Infografis
Pemerintah dan DPR Setujui...
Pemerintah dan DPR Setujui Bahas Revisi Undang-undang Desa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved